JAWA TIMUR – Namanya terdengar seram: festival santet. Tapi, tenang, isinya praktik pengobatan alternatif dan menyelesaikan masalah masyarakat yang berkaitan dengan dunia gaib.
“Jadi, bukan festival menyantet orang, tapi festival yang membawa energi positif dan membawa berkah,” kata Ketua Perdunu (Persatuan Dukun Nusantara) Banyuwangi Agus Abdul Fatah Hasan kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (4/2).
Perdunu yang dideklarasikan di Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu lalu (3/2) berencana menggelar festival itu pada bulan Sura (kalender Jawa). Perdunu, kata Gus Fatah, sapaan akrab Agus Abdul Fatah Hasan, dimaksudkan membantu masyarakat, khususnya yang memiliki masalah di bidang supranatural.
Tapi, tak sedikit yang mengkhawatirkan munculnya Perdunu bakal mencederai citra positif yang sudah susah payah dibangun Pemkab Banyuwangi selama sekitar sepuluh tahun terakhir.






