CIKEMBAR — Sekitar lima hektare lahan pertanian padi di wilayah Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, diserang hama walang sangit, Jumat (05/02/2021). Akibat serangan hama tersebut, pesawahan yang berada di wilayah perbatasan Desa Parakanlima dengan Desa Bojongkembar itu, terancam gagal panen.
Seorang petani padi asal Kampung Tanjakanlengka, RT (04/04) Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, Ginanjar (35) mengatakan, serangan pada tanaman padi di lahan pertaniannya, diakibatkan hama walang sangit atau hama kungkang.
“Dari total lahan seluas tujuh hektare ini, lima hektare diantaranya telah diserang hama kungkang,” jelas Ginanjar kepada Radar Sukabumi Jumat (05/02/2021).
Menurut Ginanjar, kebanyakan hama walang sangit menyerang tanaman padi pada bagian batang dan daun padi sehingga berubah jadi menguning. Saat ini, tanaman padi di walayah tersebut pada umumnya tengah memasuki proses berbuah butir padi. Namun, akibat serangan hama walang sungit, sehingga menyebabkan tanaman menjadi layu dan mengering.
“Serangan hama walang sangit atau kungkang ini, sering terjadi bila intensitas curah hujan sangat tinggi. Iya, seperti saat ini,” ujarnya.
Bila petani tidak melakukan antisipasi untuk pencegahan serangan hama walang sangit. Maka, populasi hama dapat meningkat dan cakupan serangannya pun semakin meluas. Agar tidak gagal panen, ia bersama para petani lainya selalu rutin menyemprotkan fungisida dan obat pembasmi hama ke tanaman padi.
“Namun, sayang dengan cara seperti ini dapat mengakibatkan membengkaknya biaya produksi. Kami bingung sudah tiga kali menyemprotkan pestisida hingga kini hama kungkang masih berkeliaran,” paparnya.
Hal serupa dikatakan, Onin (44) asal warga Kampung Coblong, Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar menjelaskan, dirinya memprediksi akibat serangan hama kungkang atau walang sangit ini, dapat dipastikan hasi panen raya pada musim tahun ini, menurun.






