NASIONAL

Mustaqbilal, Difabel Pemahat Barong Otodidak Tangan Kiri Pegang Pahat, Lengan Kanan Diikat Palu

×

Mustaqbilal, Difabel Pemahat Barong Otodidak Tangan Kiri Pegang Pahat, Lengan Kanan Diikat Palu

Sebarkan artikel ini

KRIDA HERBAYU, Glagah

SIANG itu cuaca di kawasan Lingkungan Karangasem, Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, terlihat mendung. Namun kondisi itu tidak menyurutkan semangat Mustaqbilal untuk memahat kayu balok menjadi kerajinan kepala Barong Oseng.

Bank bjb Tandamata

Barong Oseng merupakan kesenian adat asli Suku Oseng khas Banyuwangi yang sangat digemari masyarakat setempat. Di depan rumahnya yang berada di dalam gang cukup sempit, Mustaqbilal tampak lihai memahat. Tangan kanannya yang tidak utuh dan tidak memiliki jari-jari itu diikat pada palu. Untuk mengikat palu itu, dia menggunakan tangan kiri dan mulutnya.

Sementara tangan kirinya memegang berbagai jenis pahat. Lempengan besi berbentuk persegi panjang dengan ukuran sekitar 20 hingga 30 sentimeter itu digunakan untuk memahat dan mengukir.

Laki-laki berusia 33 tahun itu duduk di depan pintu rumahnya tanpa dibantu siapa pun, meski ia juga tidak memiliki kedua kaki. Kondisi kekurangan fisik itu merupakan bawaan sejak lahir.

Saat duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), dia mencoba untuk belajar memahat secara otodidak dari kakak ketiganya yang bernama Mustakim. Kini, Mustakim juga bekerja sebagai pemahat di Desa Cemetuk, Kecamatan Cluring, Banyuwangi.