Pilkada Kabupaten SukabumiPOLITIKPolitik Kabupaten Sukabumi

Iman Merajut Sinyal ke Marwan

×

Iman Merajut Sinyal ke Marwan

Sebarkan artikel ini
KOMUNIKASI POLITIK : Bendahara Umum DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Jawa Barat, Iman Adinugraha saat berkomunikasi dengan Bupati Marwan Hamami.

SUKABUMI — Komunikasi politik yang dibangun DPD PAN sudah mulai terlihat, terbaru DPD PAN dikabarkan dipanggil DPP PAN untuk membahas Pilkada 2020 mendatang. Hasilnya, DPP PAN memerintahkan DPD PAN Kabupaten Sukabumi untuk memajukan kadernya untuk maju di Pilkada 2020 mendatang. Secara sinyal PAN memang sudah memberikan pernyataan dengan hasil rakerda beberapa lalu dengan berani menyatakan dukungan kepada Petahana Bupati Marwan Hamami yang juga sebagai ketua DPD Golkar Kabupaten Sukabumi.

Sekretaris DPD PAN Kabupaten Sukabumi Budi Mulyadi mengatakan bahwa hasil pertemuan ketua umum, bahwa PAN harus mengusung kadernya di Pilkada. Apalagi setelah hasil survei yang dilakukan oleh parpol lain kader terbaik PAN Iman Adi Nugraha menempati posisi yang menyakinkan. “Dengan dasar itu kami makin berani menyodorkan kader kita kepada Golkar untuk dijadikan wakilnya. Dan itu sudah sesuai dengan arahan DPP, “terangnya.

Bank bjb Tandamata

Kalaupun pada akhirnya kader PAN ditolak, dirinya mengatakan bahwa sepanjang PAN tetap diajak komunikasi maka akan tetap pada hasil rakerda. Namun, dirinya mendegaskan, jika nantinya Marwan memilih pasangannya tentunya harus dibicarakan dengan PAN dan tentunya parpol koalisi lainnya. “Ya ia dong, ketika pak Marwan tidak memilih kader kita, maka kita akan melihat rasionalisasi orang yang dipilih apakah masuk atau tidak, “tukasnya.

Ditempat terpisah, Bendahara Umum DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Jawa Barat, Iman Adinugraha mengatakan bahwa berdasarkan hasil survei yang angkanya 19,25 persen bukan satu jaminan, apalagi itu survei yang dilakukan parpol lain. Namun tentunya dirinya banyak terima kasih. Soal DPP yang mengharapkan kadernya maju, pasti semua DPP seperti itu. Tetapi bagi PAN, yang terpenting dari berkoalisi adalah menang.

“Saya mah enjoy saja, PAN sadar hari ini punya emam kursi artinya tidak bisa maju sendiri dan harus berkoalisi, dan itu sudah diberikan sinyalnya kepada Golkar. Tapi perkara saya dimajukan oleh partai itu urusan lain, dan Golkar sendiri pasti punya strategi lain. Jadi saya akan menunggu keputusan dari koalisi PAN dengan Golkar sepeti apa, “terangnya.

Lebih lanjut dirinya menegaskan, jika dirinya tidak dipilih Marwan sebagai pendampingnya, tentunya sikapnya tidak langsung akan memutuskan koalisi. Tetapi, akan melihat calon pasangan yang dibawa Marwan seperti apa. “Ya sepanjang PAN dibawa bicara dalam menentukan wakilnya kami PAN tidak akan keluar dari hasil rakerda. Bagi PAN bukan masalah pendampingnya, tetapi tujuan akhirnya menang. Nah jika sudah menentukan kepada siapa wakilnya, PAN ingin pasangan dari pak Marwan hasil surveinya baik dan bisa membantu kemenangan, kita akan obyektif saja. Intinya MH itu harus menang, “tukasnya. (hnd)