JAMPANGTENGAH — Puluhan sopir truk material dan barang Jalur Cidolog – Sagaranten – Sukabumi menggelar aksi simpati, Kamis (30/1).
Aksi perbaikan jalan yang dilakukan oleh komunitas Driver Lintas Selatan Community (DLSC) ini, mereka memerbaiki badan jalan di ruas jalan milik pemerintah Kabupaten Sukabumi yang menghubungkan Kecamatan Purabaya dengan Desa Bojongtipar, Kecamatan Jampangtengah, yang kondisinya rusak berat.
Aksi simpati ini, lantaran keluhan sopir truk mengenai jalan rusak, tidak pernah digubris pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi. Padahal, jalan yang menghubungkan dua kecamatan itu, merupakan akses vital warga menuju tempat publik. Seperti Puskesmas, pasar, sekolah dan area publik lainnya.
Ketua DLSC, Sam Hadye mengatakan, jalur yang ditambal dan diperbaiki para sopir menggunakan batu dan material sirtu ini, untuk menutupi badan jalan yang berlubang.
“Iya, kalau tidak seperti ini. kendaraan akan sulit melintas. Apalagi, bila musim hujan badan jalan selain dipenuhi dengan kubangan air, juga dipenuhi lumpur,” kata Sam kepada koran ini melalui telepon selulernya, Kamis (30/1).
Kondisi jalan berlubang itu, sambung Sam, selain memicu kendaraan para sopir sering kali rusak berat, juga dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Karena menghindari lubang yang ada di jalur Kabuapten Sukabumi itu.
“Untuk itu, kami langsung mengumpulkan dana buat pembelian material sirtu untuk menutupi badan jalan yang membahayakan para sopir yang bermuatan,” imbuhnya.
Seorang warga Desa Bojongtipar, Kecamatan Jampangtengah, Ardi Herdiansyah (27) mengatakan, jalan yang sudah puluhan tahun belum diperbaiki ini, kondisinya rusak parah dan rawan terjadinya kecelakaan.
Di kala musim hujan, selain dipenuhi lumpur, jalan tersebut juga licin dan membahayakan. Sehingga tak ayal jika banyak pengendara lalu lintas yang terjatuh. “Sementara, di musim kemarau, badan jalan selain dipenuhi kerikil juga berdebu,” katanya.
Untuk melintasi jalan ini, sambung Ardi, para pengguna jalan harus ekstra hati hati. Pasalnya, jalan yang penuh dengan lubang itu, kondisinya licin dan rawan terjadinya kecelakaan. “Terlebih lagi, di sepanjang ruas jalan tersebut minim Penerangan Jalan Umum (PJU),” timpalnya.
Menurutnya, jalan ini selalu digunakan warga untuk mendistribusikan hasil pertaniannya ke pasar. Seperti, kelapa, sayuran dan tanaman palawija lainnya.
“Bila panen raya, warga selalu menutup sendiri jalan-jalan berlubang agar truk pengangkut hasil panen bisa lewat. Kalau dibiarkan gak bakalan bisa lewat,” bebernya.
Untuk itu, warga berharap pemerintah punya perhatian khusus untuk melakukan perbaikan jalan, agar tidak ada lagi korban kecelakaan karena menghindari jalan berlubang.
“Saya berharap jalan ini segara diperbaiki, selain untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas, juga untuk menunjang pertumbuhan ekonomi warga,” pungkasnya. (den/d)






