PALABUHANRATU – Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi meminta kepada masyarakat petani agar tidak menjual gabah ke luar daerah.
Himbauan ini disampaikan untuk mengantisipasi menipisnya persediaan pangan di kabupaten yang jumlah penduduknya sekitar 2,5 juta jiwa ini.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Ajat Sudrajat mengatakan, musim kemarau tahun ini menyebabkan produksi padi menurun. Sehingga stok pangan di Kabupaten Sukabumi mengalami penurunan.
“Musim kemarau saat ini menyebabkan ribuan hektare lahan sawah mengalami gagal panen. Kondisi ini tentunya menyulitkan warga mendapatkan beras. Lantaran lahan pesawahan warga tidak bisa ditanami padi secara maksimal,” jelas Ajat kepada Radar Sukabumi melalui telepon selulernya, Senin (9/9).
Berdasarkan monitoring petugas di lapangan, dari 47 kecamatan yang tersebar di wilayah Kabupaten Sukabumi, terdapat 10 kecamatan yang masuk pada kategori lahan pertaniannya mengalami gagal panen.
Yaitu Kecamatan Pelabuhanratu, Surade, Jampangkulon, Jampangtengah, Ciemas, Cikakak, Tegalbuleud dan Kecamatan Cisolok, “Dari semua kecamatan itu, yang paling banyak ada di wilayah Sukabumi Selatan,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi gagal panen, ujar Ajat, Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi telah memberikan bantuan berupa ribuan mesin pompa air kepada petani. Ini bertujuan, agar lahan pertanian warga dapat teraliri secara maksimal.
“Mesin pompa air ini, berfungsi untuk menyedot air supaya sampai ke lahan pesawahan. Kami sudah membagikan sekitar 3.000 mesin pompa air. Semoga hal ini, dapat mengantisipasi meluasnya lahan pertanian yang kekeringan dan gagal panen, akibat musim kemarau,” bebernya.
Selain membagikan mesin pompa air, sambung Ajat, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi juga memasang pipanisasi air. Hal ini, merupakan salah satu bentuk upaya pemerintah agar tidak ada lahan pertanian yang gagal panen.
“Kami sudah berupaya maksimal dalam menghadapi musim kemarau saat ini. Semoga hal ini dapat meminimalisasikan kerugian petani,” pungkasnya. (Den/d)






