POLITIK

Politisi Golkar Siap Dorong Regulasi Ekspor Sampah

SUKABUMI— Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Dewi Asmara menegaskan akan mendorong regulasi tentang ekspor sampah, seperti halnya ekspor sampah yang dibutuhkan oleh Swedia. Pasalnya apa yang dikatakan dan diusulkan oleh Ketua Komite Tetap Bidang Smart City Kamar Dagang Industri Jawa Barat Imam Pesuwaryantoro.

Dimana, Swedia telah mengembangkan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang membutuhkan 20 sampai 50 ton sampah sebagai bahan dasar PLTSa. “Betul apa kata pak Imam, ini seharusnya jadi peluang ekonomi masyarakat dan tentu akan berdampak pada peningkatan devisa negara,” ujar Dewi Asamara.

Apalagi penanganan sampah di Indonesia termasuk di Sukabumi belum terkelola dengan optimal. Efeknya jelas sampai sekarang masalah sampah masih jadi persoalan di masyarakat. “Jika ini dibuatkan regulasinya tentu akan berdampak positif untuk ekonomi dimasyarakat kita,” ujarnya.

Dewi pun mencatat data Dewi Asmara mencatat data dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Sukabumi, setiap hari produksi sampah dari masyarakat rata-rata sekitar 165 ton, yang mencakup sampah rumah tangga dan sampah pasar.

Sedangkan di Kabupaten Sukabumi, volume sampah rata-rata mencapai 4.785 meter kubik per hari. Sampah tersebut di antaranya dihasilkan dari rumah tangga, pertanian, perkantoran, perusahaan, hotel, restoran, rumah sakit, dan pasar “ Sekali lagi saya tegaskan, ekspor sampah akan jadi peluang menguntungkan. Jadi kedepan kita tidak lagi mengandalkan ekpor dari komoditas sumber daya alam saja,” jelasnya.

Upaya mendorong regulasi ekspor sampah ini kata Dewi pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait , termasuk membawa usulan ini ke lembaga parlemen. “ Saya akan secepatanya mengusulkan ini ke DPR RI agar bisa terealisasi,” pungkasnya.

(bal/Adv)

Tags

Tinggalkan Balasan