ARTIKELCATATAN DAHLAN ISKAN

Sirna Rasa

×

Sirna Rasa

Sebarkan artikel ini
Dahlan Iskan
Dahlan Iskan/Net

Saya putuskan untuk mandi dulu di pesantren. Rasanya badan ini terlalu kotor untuk menemui para santri di situ. Pesantren ini jauh lebih maju dibanding yang saya lihat 10 atau 12 tahun lalu. Maka sudah waktunya ditingkatkan lagi satu derajat ke atas: bikin program pesantren internasional di Pangandaran. Copy saja sistem yang sudah terbukti maju di Magetan dan Kediri.

Bank bjb Tandamata

Atau tiru cara pesantren Bina Insan Mulia (Bima) asuhan KH Imam Jazuli di Cirebon.

Keinginan yang sama juga saya tawarkan ke pesantren grup ini di Randublatung, Blora. Di antara sekitar 120 madrasah di lingkungan Pesantren Sabilil Muttaqin, Pangandaran dan Randublatung termasuk sudah memenuhi syarat ditingkatkan lagi.

Tidak lama saya berbicara dengan para santri di Pangandaran. Tim saya sudah terlihat mengantuk kelelahan. Belum lagi masih harus ke Sirna Rasa. Masih tiga jam perjalanan lagi. Judul tulisan ini pun jadi kurang tepat: kok belum ada kisah Sirna Rasanya. Lebih baik saya akui sendiri, daripada pasti dikritik perusuh. Kan masih selalu ada hari esok. (DAHLAN ISKAN)