ARTIKEL

Refleksi: Pelaksanaan PPDB SMA Negeri di Kota Sukabumi (Bagian 2)

×

Refleksi: Pelaksanaan PPDB SMA Negeri di Kota Sukabumi (Bagian 2)

Sebarkan artikel ini
kang-warsa

Kerja sama antarlembaga pendidikan, baik negeri maupun swasta, dapat membantu mengatasi permasalahan kapasitas dan persaingan yang ketat.

Misalnya, lembaga pendidikan dapat bekerja sama untuk berbagi fasilitas, sumber daya, atau program pembelajaran sehingga lebih banyak calon siswa dapat diakomodasi dan mendapatkan kesempatan yang lebih luas.

Bank bjb Tandamata

Sejauh ini, kerja sama dan kolaborasi baru pada ranah MGMP dan KKG, belum menyentuh ke ranah kolaborasi sumber daya apalagi berbagi fasilitas.

Untuk meminimalisir prasangka dan kecurigaan masyarakat, proses PPDB memerlukan keterlibatan masyarakat. Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga transparansi, akuntabilitas, dan legitimasi.

Pemerintah dan lembaga pendidikan dapat membentuk komite seleksi yang terdiri dari perwakilan masyarakat, termasuk orang tua, tokoh masyarakat, atau anggota LSM, untuk ikut serta dalam mengawasi dan memastikan integritas proses seleksi.

Pelaksanaan PPDB Jalur Zonasi di Kota Sukabumi yang belum mampu memenuhi harapan orangtua dan siswa penting melakukan analisis data demografis. Pengumpulan data jumlah siswa SMP dan MTs kelas 9 di setiap kecamatan, distribusi siswa pada setiap jalur PPDB, dan memahami kontek sosial kultural wilayah.

Data demografis jumlah siswa ini pada tahap berikutnya akan menjadi dasar pemetaan jarak setiap siswa ke sekolah tujuan. Jadi, jauh-jauh hari, jumlah siswa per kecamatan sudah dapat dihitung yang memiliki potensi diterima di sekolah tujuan sebelum PPDB tahun berikutnya dilaksanakan. Perlu dipertimbangkan, ambang batas jarak siswa dari Lembursitu, Baros, dan Warudoyong lebih jauh dari siswa yang ada di kecamatan lain.

Sistem zonasi memang harus terus dievaluasi dan diperbaiki. Evaluasi ini bertujuan untuk melakukan perbaikan demi efisiensi dan keadilan dalam sistem zonasi yang diterapkan dalam proses PPDB. Pendidikan harus mendahulukan kajian dan penelitian ilmiah, termasuk dalam penerapan sistem PPDB. Tanpa mengedepankan sikap dan tindakan ilmiah, maka prosesnya akan selalu menyisakan permasalahan yang sama dari tahun ke tahun. ***