Keterbukaan dan Akuntabilitas
Saya sering mendengar jawaban yang sering diberikan kepada orang tua yang anaknya tidak lolos jalur zonasi, yaitu dengan menyarankan mereka untuk mengikuti tahap kedua PPDB. Tentu saja, jawaban ini tidak solutif dan tidak ilmiah.
Kementerian Pendidikan dalam hal ini sekolah harus terbuka dan akuntabel dalam menjelaskan sistem PPDB kepada publik. Jawaban yang diberikan kepada orang tua haruslah berdasarkan data dan fakta yang jelas, bukan hanya dalih tanpa solusi.
Refleksi dan Evaluasi Sistem PPDB
Setiap tahun saya selalu menulis permasalahan PPDB ini. Sudah saatnya kita merefleksikan kembali sistem PPDB saat ini dan membandingkannya dengan sistem di masa lampau, seperti penggunaan NEM.
Kita mesti jujur mengakui bahwa sistem PPDB di era 70-an sampai 90-an memiliki kekurangan, namun minimnya protes menunjukkan bahwa sistem tersebut relatif lebih mudah diterima.
Mencari Sistem PPDB yang Ideal
Kita harus terus mencari sistem PPDB yang tepat, relevan, dan ilmiah. Hukum alam mengharuskan kita untuk menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi saat ini. Lembaga pendidikan, sebagai lembaga ilmiah, harus merumuskan aturan dan perangkat PPDB seilmiah dan selaamiah mungkin.
Maka, para pemangku kepentingan untuk terlibat aktif dalam diskusi dan evaluasi sistem PPDB. Saya percaya, dengan keterbukaan, akuntabilitas, dan pendekatan ilmiah, kita dapat menemukan sistem PPDB yang lebih adil dan merata bagi seluruh peserta didik. ***





