Mungkin juga karena Presiden Jokowi merasa nyaman dengan Luhut. Ia seorang jenderal. Kopassus. Senior –73 tahun. Batak. Kristen. Tidak akan menjadi ancaman bagi posisi presiden. Akan beda kalau Luhut itu muda, Jawa, dan Islam.
Tapi penambahan beban pada orang yang berprestasi adalah gejala umum di bidang manajemen. Seorang atasan pasti ingin berprestasi. Berarti programnya harus terlaksana. Maka seorang atasan tidak akan memberi tugas kepada bawahan kalau sang bawahan sering tidak sukses di tugas sebelumnya.
Saya pikir yang seperti itu hanya terjadi di manajemen perusahaan. Ternyata juga sampai di pemerintahan –pun di tingkat yang paling atas.
Itu sekaligus sebagai indikasi bahwa merit sistem memang belum berjalan di mana-mana. Banyak yang terpilih menduduki jabatan ternyata bukan yang paling mampu.
Sumber : Disway





