Maka sepanjang langkah menyusuri terminal 3 saya banyak mendongak: siapa ya yang akan “memiliki” terminal 3 ini nanti?
Pun kalau Garuda masih bisa selamat. Terminal ini masih terlalu besar untuk Garuda –setidaknya untuk 10 tahun ke depan.
Ataukah ini akan menjadi “milik” Pelita Indonesia? Yang izin penerbangan berjadwalnya sudah keluar? Yang segera mendatangkan 40 pesawat dari luar negeri –dengan tarif sewa lebih murah dari Garuda?
Pesawat itu, bahkan, sebagian sudah ada di Jakarta. Masih polos. Belum dicat warna Pelita. Juga belum ada logo apa-apa. Sampai keluar bandara perasaan saya masih gundah gulana.





