Sementara Maktab bersikeras tidak akan mengeluarkan pasport jika tidak melampirkan ticket dalam pengajuan permohonan tanazul mandiri. Semua paspor jamaah haji begitu tiba di Jeddah memang diserahkan ke Maktab. Baru akan diberikan menjelang kembali ke tanah air.
Tanazul mandiri itu atas biaya sendiri. Beli ticket pesawat sendiri, bayar sendiri biaya taksi dari Mekkah ke Airport Jeddah. Saya menyanggupi itu. Tetapi itu tadi, urusan pasport belum jelas.
Tiga hari mengurus soal pasport itu. Saya akhirnya ikut saja sistem Maktab. Tetapi belum menyerah. Belum ikhlas untuk tidak naik Haramain Ekspres Makkah-Madinah.
Saya lalu pergi ke Masjidil Haram sehabis salat asar di masjid hotel. Masuk melalui pintu di depan Zamzam Tower itu.
Pake baju lengan panjang warna cokelat yang dikenakan pada salat asar. Mau tawaf. Tanpa ihram. Langsung ke pelataran Ka’bah. Start dari lampu hijau.
Putaran keempat, suara azan magrib berkumandang. Berhenti tawaf langsung ambil saf dekat Rukun Yamani. Kira-kira lima meter dari dinding Ka’bah.
Sehabis salam, saya berdoa “Yaa Allah, saya hendak ke Madinah untuk berziarah ke kuburan Rasul-Mu. Saya ingin naik kereta cepat Haramain Ekspres. Mudahkanlah segala urusan saya untuk sampai di sana dengan kereta cepat itu.”
Lanjutkan tawaf sampai mencukupi tujuh putaran. Lalu berdoa di belakang Makam Ibrahim. Sebagian isinya,mengulangi doa di depan Ka’bah itu. (Bersambung)






