CATATAN DAHLAN ISKAN

Year Of Mobil Listrik

×

Year Of Mobil Listrik

Sebarkan artikel ini

Kali ini ia tidak mau memberikannya ke investor. Tapi ia sudah terlalu banyak hutang. Tidak mungkin berhutang lagi. Tapi bank ternyata mendukungnya. Diproduksilah vacum cleaner merk Dyson. Sukses besar. Lalu ia produksi pula pengering rambut. Dengan merk yang sama. Kipas angin. Dan banyak lagi.

Tahun 2002 ia buka pabrik di Malaysia. Dianggap terlalu berspekulasi. Tapi merk Dyson akhirnya masuk pasar Asia. Sukses pula. Dyson sudah jadi orang terkaya di Inggris. Laba perusahaannya mencapai 15 triliun rupiah tahun lalu. Dyson tidak mau berhenti bekerja. Bahkan cari tantangan baru: masuk mobil listrik. “Mobil listrik Dyson nanti istimewa dan beda teknologinya,” katanya. Motor listriknya akan ia buat beda dengan yang pernah ada. Demikian juga baterainya.

Bank bjb Tandamata

Kini Dyson sudah memiliki 400 engeneers. Masih mencari 300 lagi. Ia sudah punya 1.100 karyawan di Singapura, 1.300 di Malaysia, 1. 000 orang di Tiongkok dan 800 orang di Filipina. Dua bulan lagi presiden Nissan Infinity, Roland Krueger, bergabung ke Dyson Singapura.

Tekad Dyson sudah bulat. Sejak dua tahun lalu. Bahkan Dyson bikin kejutan baru: memindahkan kantor pusat grup Dyson ke Singapura. Dari Inggris. Dengan segala resikonya. Ia sudah kepalang basah. Padahal Dyson adalah salah satu promotor Brexit. Minggu lalu justru memutuskan memindahkan kantor pusatnya dari Inggris.

Dyson harus rasional. Apalagi keputusannya terjun ke mobil listrik tidak bisa disambil-lalu. Ia memilih basah sekalian. Apalagi, katanya, pemasok pabriknya selama ini kebanyakan dari Asia. Pemasok dari seluruh Eropa sendiri hanya 2 atau 3 persen. Kini di tengah keruwetan pelaksanaan Brexit justru Dyson yang loncat duluan. Selamat datang mobil listrik dari tetangga kecil kita.

 

(dahlan iskan)