CATATAN DAHLAN ISKAN

Nana Begitu Dibela Anak Autisnya

×

Nana Begitu Dibela Anak Autisnya

Sebarkan artikel ini

Saya sering menghubungi Nana. Menanyakan kemajuan usaha kecilnya. Lalu hubungan itu putus. Saya disibukkan dengan urusan-urusan yang tidak masuk akal itu. Usaha sosiopreneur saya lainnya juga langsung terhenti. Sampai datanglah tahun 2018.

Awal tahun tadi Nana menemui saya lagi. Sudah begitu lama tidak ada berita. Rasanya Nana tidak bertambah umurnya. Tatapan matanya tetap tajam cendekia. Jilbabnya kian bagus modelnya. Masih tetap menjanda. Dengan dua anak yang sudah mulai beranjak dewasa. Saya belum pernah melihat anaknya itu. Baik yang autis maupun adiknya.

Bank bjb Tandamata

Tentu saya langsung menanyakan ini: bagaimana perkembangan susu bubuk autisnya. Nana tidak segera menjawab. Wajahnya menunduk. Matanya sembab. Saya tahu apa yang terjadi di balik kesedihannya itu. Nana menghentikan usahanya. Mengapa?

Beberapa usaha makanan temannya digerebek. Tidak punya izin. Ilegal. Jadi perkara. Jadi pemberitaan media. Nana tidak mau usahanya digerebek seperti itu. Nana pilih menghentikannya. Kepada pelanggannya Nana beralasan: lagi melakukan perbaikan alat-alat produksi. Nana tahu itu bohong. Tapi dia ingin menyelamatkan resep rahasianya. Untuk masa depannya.

Tapi Nana juga tidak tahu: kapan bisa produksi lagi. Dengan izin yang resmi. Agar tidak digerebek. Untuk dapat izin, alat-alat produksunya harus baik. Harus standar untuk peralatan produksi makanan dan minuman. Yang lebih ketat dibanding produksi apa pun.

Berarti perlu modal besar. Perlu lokasi dan bangunan yang memenuhi syarat pula. Nana hampir saja menyerah: menjual resepnya itu. Ke perusahaan asing. Perusahaan susu dari Kanada. Nana sudah sering dihubungi. Rupanya perusahaan Kanada itu sempat memonitor pemasaran susu bubuk milik Nana. Yang menjadi pesaing di kelasnya.