CATATAN DAHLAN ISKAN

Halangan Dupersemar untuk Tan Hock Eng

×

Halangan Dupersemar untuk Tan Hock Eng

Sebarkan artikel ini

Transaksi Qualcomm-NXP ini juga pernah nyaris tidak akan terjadi. Sebelum itu, Qualcomm sendiri hampir saja dibeli dengan ‘paksa’ oleh Broadcom. Tahun lalu. Pembelian paksa itu hanya gagal karena satu sebab: Presiden Trump menggagalkannya. Dengan cara mengeluarkan ‘Dupersemar’. Semacam dekrit presiden. Tanggal 12 Maret 2018. Duabelas Maret. Dupersemar. Empat bulan yang lalu. Alasan Trump: pembelian itu membahayakan keamanan negara Amerika. Trump menggunakan UU tahun 1950. Defend Production Act.
Mengapa?

Broadcom, yang akan membeli paksa Qualcomm itu adalah perusahaan asing. Dari Asia. Perusahaan Singapura. CEO Broadcom adalah Tan Hock Eng. Kelahiran Penang, Malaysia. Kalau sampai Qualcomm dibeli perusahaan asing: bahaya. Gabungan Broadcom dan Qualcomm akan menjadi yang terbesar di dunia. Di bidang sumiconductor. Mengalahkan Intel.

Bank bjb Tandamata

Padahal saat ini Intel yang nomor satu. Qualcomm nomor dua. Broadcom nomor tiga. Berarti perusahaan pembuat chip terbesar di dunia bukan lagi perusahaan Amerika. Ini akan menurunkan derajat Amerika: sebagai pemimpin dunia di bidang semiconductor. Rencana beli paksa itu memang membuat gempar. Semua mata mengarah ke satu nama: Tan Hock Eng. Yang kelahiran Penang itu.

Tan Hock Eng-lah memang dalang segala dalang transaksi itu. Mengapa disebut ‘beli paksa’? Adakah Tan Hock Eng punya kekuasaan untuk memaksa? Bukankah Tan Hock Eng tidak bisa mengeluarkan dekrit? Bukankah ia juga tidak bisa injak kaki? Memang Tan Hock Eng bukan Trump. Bukan pula Putin. Atau Xi Jinping.

Tapi harga pembelian yang diajukan Tan Hock Eng memang sangat fantastis. Tertinggi dalam sejarah jual beli perusahaan teknologi. Dengan harga itu siapa pun akan terpaksa menjualnya. Hanya orang yang tidak bisa melihat angka dalam lembaran uang yang tidak menjual. Untuk harga segitu Tan Hock Eng tidak perlu bertanya: apakah Qualcomm akan dijual. Tidak perlu permisi: kami ingin membeli. Tidak perlu ngomong pada direktur Qualcomm. Tidak perlu ke pemilik perusahaan.

Broadcom tinggal pergi ke pasar modal. Lalu mengumumkan: ingin membeli saham Qualcomm dengan harga xxxxxxxxxxx. Dengan harga yang ditawarkan itu mayoritas pemegang saham pasti terpaksa hijau matanya. Otomatis terpaksa menjual saham mereka. Harga yang ditawarkan itu – sebaiknya Anda tidak usah peduli – USD 117 miliar. Atau Rp 1.500 triliun.