Langkah awal yang dilakukan oleh panitia setelah pembukaan pelanjutan pembangunan masjid yaitu mengatur strategi penetapan anggaran berdasarkan rancangan dan rencana desain masjid, membuka donasi internal kemudian dilanjutkan dengan penggalangan dana melalui jaringan yang dimiliki oleh panitia. Pemilihan strategi ini dilakukan agar pembangunan masjid benar-benar terukur karena kita memang sedang hidup di dunia realita. Dua hari setelah pengumuman pembukaan donasi untuk masjid, soliditas alumni SMA Negeri 1 angkatan 1998 terbukti, Bendahara Reuni Perak, Feri Firmansyah melaporkan donasi yang diterima oleh panitia –saat itu- sudah mencapai sekitar Rp. 75 juta.
Informasi tersebut membawa angin segar bagi panitia dan alumni, pikiran seluruh alumni kembali kepada semangat optimis seperti yang mereka miliki saat duduk di bangku sekolah 25 tahun lalu. Seksi Dana Usaha yang diisi oleh teman-teman alumni seperti; Novian, Irfan, Santi, Irma, Tika, dan alumni lainnya bergerak cepat membangun kolaborasi dengan seksi-seksi lain dan kesekretariatan. Gerakan tepat dan terarah yang dilakukan saat itu yaitu membuat data potensial alumni. Terhimpun sebanyak 100 alumni dikategorikan sebagai alumni berpotensial memberikan donasi dalam penggalangan dana. Tindakan ini dilakukan bukan untuk mengecilkan alumni lain, karena pada saat yang sama seluruh alumni telah memiliki kesepahaman terhadap kehadiran dirinya dan cara yang harus mereka lakukan untuk memberikan kontribusi terbaik bagi almamater.
Kesungguhan dan keseriusan teman-teman alumni 1998 selama pembangunan masjid menjadi pemantik bagi saya untuk mengisahkan perjalanan mereka dalam memberikan sumbangsih positif bagi almamater dalam satu tulisan singkat. Kekuatan team work dan pemanfaatan setiap potensi yang dimiliki oleh setiap individu menjadi salah satu keberhasilan penggalangan dana pembangunan masjid hingga mencapai Rp. 500 juta. Harus diakui, dana sebesar ini terkumpul selama 2,5 bulan saja terbagi menjadi dua, untuk pembangunan masjid dan kegiatan reuni.
Panitia juga telah berhasil menciptakondisikan situasi yang kondusif antara alumni dengan pihak sekolah. Satu bulan setelah pembukaan Pelanjutan Pembangunan Masjid Ar-Rahmah dilakukan penandatanganan kesepahaman antara kepala SMA Negeri 1, Ikatan Alumni SMANSA, dan Panitia Reuni Perak Angkatan 1998. Salah satu point penting kesepahaman tersebut yaitu pelanjutan pembangunan masjid Ar-Rahmah oleh alumni angkatan 1998 difokuskan pada pembangunan bagian depan (ruang ibadah), tempat wudhu, dan selasar. Secara umum, masjid Ar-Rahmah ini terbagi menjadi 2 ruangan; ruang ibadah dan ruang tahfidz.
Pada tanggal 22 Juli 2023, panitia bersepakat untuk menutup donasi pembangunan masjid. Kendati demikian, panitia juga tidak memiliki kemampuan untuk membatasi niat baik orang lain yang tetap ingin memberikan sumbangsih dan partisipasi terhadap pembangunan masjid. Meskipun jalur donasi telah ditutup, walakin partisipasi dalam bentuk finansial dari alumni 1998 tetap mengalir.
Setelah hampir 2,5 bulan setelah pembukaan Pelanjutan Pembangunan Masjid Ar-Rahmah, pada tanggal 30 Juli 2023, para alumni SMA Negeri 1 Angkatan 1998 harus bernapas lega mengingat; Masjid Ar-Rahmah telah berdiri dengan cantik, karena masjid ini akan digunakan oleh aktivitas ibadah dan kegiatan keagamaan para pelajar putri. Halaman masjid juga telah bersih dari kondisi sebelumnya. Tak pelak, para alumni angkatan 1998 tidak dapat menyembunyikan rasa haru, mereka telah mencapai tujuan dan berhasil menisbikan keegoan, sikap remaja semasa duduk di bangku SMA, dan tindakan lain yang mengarah pada sikap tidak dewasa. Saya sering mengatakan: masalah kedewasaan kepada siapapun saya pikir tidak perlu saya ajarkan kepada teman-teman.
Keberadaan Masjid Ar-Rahmah SMA Negeri 1 Kota Sukabumi merupakan “Persembahan Alumni untuk Almamater Tercinta” mungkin itulah tajuk yang harus saya kemukakan dalam opini ini. Dampaknya, apa yang telah dilakukan oleh teman-teman alumni SMA Negeri 1 Angkatan 1998 harus menjadi virus kebaikan yang dapat menular –bukan hanya kepada alumni SMA Negeri 1 saja – juga kepada alumni-alumni sekolah lain di Kota Sukabumi.
Saya tidak perlu menyebutkan teman-teman terbaik yang telah berhasil membuktikan seberapa besar kecintaan mereka terhadap almamaternya. Paling tidak, saya sangat berterima kasih kepada teman-teman seperti; Doni, Feri, Iponk, Dito, Yopi, Rida, Rina, Engkus, Iman, Wahyu, Ita, Syahril, Papap, Lidya, Amran, Itok, Irman, Santi, Novey, Endah, Novian, Isra, Lulis, Julianti, Fitri, Indri, Irma, dan seluruh panitia serta alumni SMA Negeri 1 Angkatan 1998 yang telah berhasil membangun kebaikan dan menihilkan keakuan dalam satu episode perjalanan hidup di dunia ini. Dan saya sangat mengharapkan kehadiran kalian di SMA Negeri 1 dalam acara Reuni Perak Angkatan 1998 sekadar untuk mengenang masa lalu dan merajut masa depan. ***






