“Bagaimana merebutnya? Caranya enggak bisa pakai bom bunuh diri. Itu sesat. Kalau mau nilai-nilai Islam ingin masuk, ya demokrasi. Rebutlah (posisi) eksekutif, legislatif dari daerah hingga pusat. Itu permainannya. Produk hukum kan dari sana semua,” tandasnya.
Dalam acara keliling Yogyakarta itu, Zulkifli melakukan banyak kegiatan. Di antaranya, dia ceramah di Iātikaf Ramadhan yang digelar Pondok Pesantren Budi Mulia, Yayasan Solahudin, Sleman.
Kemudian, berdiskusi dengan mahasiswa di Masjid Ulil Albab, Universitas Islam Indonesia (UII) dan Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) seperti diberitakan Kantor Berita Politik RMOL.
(gun)




