Ustad Abdul Somad : Pemilu, Yang Menang itu Bukan yang banyak Suaranya, tapi yang Menghitung

Abdul Somad
Ustaz Abdul Somad atau UAS

JAKARTA — Ustad Abdul Somad memberikan penjelasan kenapa dirinya tidak mau saat dimintai Prabowo menjadi Calon Wakil Presiden (Cawapres) pada tahun 2019 lalu. Menurutnya dirinya menolak karena beberapa alasan, pertama kalaupun mau dirinya tidak mau jadi Cawapres, tapi ingin Calon Presiden, kedua karena pemilu di Indonesia ini sama percis yang dikatakan oleh Vladimir Lenin bahwa yang menang pemilu itu bukan yang banyak suaranya tapi dari yang menghitungnya.

“Ada seorang konseptor komunis Vladimir Lenin, meski saya tidak senang komunis, ada benarnya ucapan beliau. Kata lenin, pemilu itu yang menang bukan yang banyak suaranya tapi siapa (mengusai) yang menghitung. Saya yakin pada waktu itu banyak yang pilih saya, tapi bukan mereka yang menghitung, “kelakar Abdul Somad saat ditanya Rhoma Irama dalam tayangan Yotubenya yang dilihat Sabtu (27/8/2022).

Bacaan Lainnya

Dirinya menjelaskan kalaupun mau maju, bukan untuk Cawapres tapi Capres. Menurutnya ada tiga tahap untuk mempersiapkannya, pertam ketemu pemilih, kedua pada hari pencoblosan harus diawasi ketiga siapa yang menghitung. Kerena bisa saja ada manipulasi.

“Kita bisa saja disitu 18 menjadi 180, bisa saja kita 500 menjadi 50 karena bisa dimainkan. Dan kita tidak punya uang untuk memainkannya, kok rasa-rasanya seperti 2024 ya, “candanya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, dirinya tidak ingin menjadi presiden yang hanya mengambil suara tetapi tidak punya kuasa apa-apa setelah duduk. “Itu sesuatu yang terlalu pak haji, “cetusnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.