Tahun Politik, BI Jamin Upal Tak Masif

  • Whatsapp

 

 

Bacaan Lainnya

JAKARTA – Tahun ini Indonesia sudah memasuki tahun politik. Seluruh partai akan saling sikut untuk memperebutkan kursi nomer satu di wilayah masing-masing. Selain itu, perputaran uang juga disebut akan cukup masif terjadi.

Namun, ada kekhawatiran bila di tahun politik nanti keberadaan uang palsu (Upal) akan semakin banyak. Sebab, pada saat itu transaksi uang akan cukup sering terjadi. Hal itu mendorong kebutuhan akan ketersediaan uang juga tinggi.

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI) Suhaedi membantah kekhawatiran tersebut. Pasalnya, dalam pelaksanaan pemilihan presiden (Pilpres) dalam 2 periode terakhir maraknya uang palsu tidak terjadi.

“Trennya dari (Pilpres) 2009, 2014 itu biasa aja. Karena trennya penggunaan uang palsu untuk motif tradisional saja. Untuk hal-hal yang biasa saja,” ujarnya kepada wartawan di Gedung BI, Jakarta.

Menurutnya, hal yang dapat mendorong kebutuhan uang adalah dari kegiatan ekonomi yang berjalan sepanjang tahun. Dirinya memastikan pelaksanaan pemilu tidak akan cukup signifikan dalam mendorong kebutuhan uang yang mendorong potensi munculnya uang palsu.

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *