Peneliti Konstitusi dan Demokrasi Inisiatif Muhammad Ihsan Maulana memandang, meski lebih efisien, ada sejumlah risiko jika durasi kampanye dipangkas secara signifikan. Pertama, dari segi kepentingan pemilih, perlu dikaji apakah waktu 75 hari cukup bagi pemilih untuk mendapatkan sosialisasi dari calon.
Patut dicatat, jumlah calon dalam Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2024 terbilang besar. ”Berpotensi dapat semakin menghilangkan esensi dari pendidikan politik melalui kampanye,” tuturnya.(*)






