Diketahui muncul film dokumenter Dirty Vote yang ditayangkan dan viral di media sosial, diungkapkan bahwa Pemilu 2024 diduga terjadi kejanggalan, dilihat dari berbagai dinamika yang terjadi.
Beberapa yang disinggung dalam film itu, adalah penunjukan penjabat (Pj) gubernur di tiap wilayah, yang salah satunya adalah Bey Machmudin yang disebut orang dekat istana, diperintahkan presiden memimpin Jawa Barat, yang dinilai strategis dengan jumlah pemilih Pemilu 2024 terbanyak sekitar 35 juta di 27 kabupaten kota.
Kemudian, adanya ketidakberdayaan penyelenggara pemilu dalam menegakan aturan terkait pemilu atas berbagai dinamika yang ada, termasuk dalam hal ini adalah penegakan aturan atas pelanggaran pemilu. Hal itu, dinilai dalam film tersebut, karena ada tekanan, hingga menguntungkan pihak-pihak tertentu.(*)






