POLITIK

PKS : Koalisi Mawar Masih ‘Harum’

SUKABUMI — Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Sukabumi Muhammad Yusuf mengatakan bahwa koalisi Mawar (PAN-PKS red) masih tetap solid. Artinya koalisi yang dibentuk pada Senin (2/03/2020) pada Pukul 13,00 WIB ini masih berlanjut. Meski pada saat ini, PKS digosipkan sudah diposisi petahan Bupati Marwan Hamami dengan disebut-sebut akan mengusung Sekda Iyos Soemantri dan posisi PAN terlihat mesra dengan beberapa partai lainnya yang digembor-gembor mendukung Adjo Sardjono, tetapi  itu tidak menjadikan koalisi Mawar bubar begitu saja.

  “Jadi gini, ketika PAN akan berkumpul Kamis (4/6/2020) lalu  dengan Gerindra, PKB dan PPP. Itu PAN tetap berkomunikasi dengan kami. Dan kami tanya soal koalisi, mereka bilang lanjut. Itu artinya belum dibubarkan, karena kan koalisi itu jelas secara tertulis, “terang Yusuf saat mengunjungi kantor redaksi harian pagi radar sukabumi, Rabu (17/06).

  Menurutnya secara kursi koalisi mawar itu cukup, PAN memiliki enam kursi dan PKS tujuh kursi. Artinya 13 kursi sangat cukup mengusung calon bupati dan wakilnya. Namun, untuk sikap politik yang ramai diperbicangkan oleh kalangan politikus di Kabupaten Sukabumi sebetulnya adalah proses penjajakan dan komunikasi politik, toh pada nyatanya PKS sampai saat ini masih melakukan masih menjalankan mekanisme di posisi mana PKS berada pada Pilkada 2020 mendatang.

  “Kalau ditanya posisi PKS dimana, ya saya jawab ada dimana-mana tapi tidak kemana-mana. Artinya PKS memasang strategi tiga kaki, dikubu Marwan ada di kubu Adjo siap dan posisi poros ketiga memang kami menggagas sedari awal, namun keputusan terakhirnya ada di DPP, “jelasnya.

  Menurutnya, langkah politik yang dijalankan PKS memang ingin berperan aktif di kubu Marwan dan Adjo juga di Poros tengah sebelum akhirnya ditentukan kemana PKS berlabuh. Karena kubu yang ada saat ini belum tentu memiliki kesempatan untuk mengusung sendiri. Sekelas partai pemenang Gerindra cuma ada 9 kursi artinya masih kekurangan satu kursi lagi untuk mengusung.   

  “Intinya koalisi masih solid, soal kemana berlabuh dan ketika memilih poros tengah siapa figurnya nanti yang memutuskan DPP, karena SK itu keluar dari DPP berdasarkan data dan masukan yang kami kirim melalui tim di daerah, “tukasnya.

  Sementara itu itu, Ketua Tim Pemenangan Pemilukada Daerah (TPPD) PKS Kabupaten Sukabumi, Priyo Indrianto menambahkan bahwa Koalisi Mawar hasil bentukan PKS dan PAN hingga kini masih solid.

“Ya, koalisi itu (Mawar red) masih belum dibubarkan. Kita sepakat untuk tetap melakukan komunikasi, PKS dan PAN. Apapun informasi yang kami (PKS) dapat, kita berikan ke PAN. PAN pun demikian, disampaikan ke kita,”tandasnya. (hnd)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button