Menurut Sodik, memahami Alquran dan kitab suci lain sangat penting sebagai syarat seorang capres. “Kemampuan membaca Alquran bukan syarat tapi sebagai advantage saja.
Sehingga tes baca tulis tidak perlu dilakukan,” paparnya. Menurut dia, tes, amati, cermati saja pemahamannya terhadap Alquran. Tapi, ujar dia, tidak melalui tes khusus. “Karena bisa tampak dalam debat, dalam pidato dan dalam ungkapan pendapat dan pikirannya selama ini,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, pendakwah di Aceh berencana menguji kemampuan membaca Alquran para calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres). Hal ini untuk mengetahui komitmen kandidat dalam syiar Islam.
(boy/jto/jpnn)




