PILPRES

Sekarang Giliran Orang Sunda Anu Kiai Jadi Wakil Presiden

×

Sekarang Giliran Orang Sunda Anu Kiai Jadi Wakil Presiden

Sebarkan artikel ini

BOGOR – Calon wakil presiden (Cawapres) nomor urut 01, Ma’ruf Amin meminta warga Bogor dan Jawa Barat untuk memilih pasangan Capres-Cawapres yang ada orang Sundanya.

Hal itu diungkap Ma’ruf Amin dihadapan ribuan massa pendukungnya yang menghadiri kampanye terbuka di Lapangan Sukarna, Ciampea, Kabupaten Bogor, Jumat (5/4/2019).

Bank bjb Tandamata

“Kapungkur (dulu), ada orang Sunda yang jadi wakil presiden, yaitu Pak Umar Wirahadikusumah. Sunda Anu (yang) jenderal. Sekarang, giliran Sunda yang kiai yang jadi wakil presiden,” ujar Ma’ruf Amin.
Sontak saja pernyataan Abah disambut teriakan takbir dan amin oleh ribuan massa pendukung dari sepuluh parpol koalisi dan para relawan, termasuk relawan Dozer dari Kecamatan Ciampea dan Dozer Kecamatan Cibungbulang.
Masih menurut Ma’ruf Amin, dirinya adalah putra daerah berdarah suku Sunda. Karena itu, ia meminta masyarakat Bogor, memilih dirinya dan Joko Widodo (Jokowi) dalam pencoblosan 17 April mendatang.

Dihadapan para pendungknya Ma’ruf‎ Amin mengaku dirinya masih memiliki silsilah keluarga Kerajaan Pajajaran. “Saya itu punya darah Sunda. Jadi orang Sunda kudu milih ‎orang Sunda. Jadi sudah yakin, orang Bogor pilih nomor satu,” ujar Ma’ruf di lokasi.

Mantan legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang akrab disapa Abah ini mengatakan, dengan menyebut bagian dari Pajajaran, diharapakan bisa memberikan semangat bagi warga Jawa Barat untuk memilihnya.

“Jawa Barat itu Siliwangi, dan sangat kuat ikatan emosionalnya. Kami berharap bisa membangunkan semangat orang Sunda, dan mempersatukan orang Sunda di Jawa Barat pada umumnya, khususnya juga di wilayah Bogor, Sukabumi, Cianjur, Depok dan Bekasi,”ujarnya.

Pada kampanye ini, Ma’ruf Amin juga mensosialisasikan program andalan yakni tiga kartu sakti. Menurutnya program Kartu Indonesia Sehat (KIS) tidak hanya menolong masyarakat menengah ke bawah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat.

Selain KIS, Ma’ruf juga menyosialisasikan program Kartu Indonesia Pintar (KIP). Ma’ruf mengatakan program KIP telah membuat anak-anak dari keluarga tidak mampu mendapatkan akses pendidikan. Bahkan, pemerintahannya dan Jokowi nanti akan meningkatkan manfaat KIP sampai ke tingkat perguruan tinggi.

“Di sini (Bogor) ada KIP apa tidak? Kalau yang bilang (KIP) tidak ada, itu ngorok, tidur. Hudang, hudang, hudang (bangun, bangun, bangun). Kami sudah siapkan program unggulan agar anak-anak lulusan SMA/MA atau SMK yang berpotensi bisa melanjutkan ke perguruan tinggi, ” pungkas kiai. (*)