’’Sedang disesuaikan waktunya, tapi secepatnya. Ini sedang proses komunikasi,’’ ucapnya. Kapan deklarasi koalisi dilakukan? Menurut dia, penjajakan terus dilakukan. Jadi, belum bisa dipastikan kapan koalisi diresmikan. Tentu, lanjut dia, menunggu pertemuan kedua pucuk pimpinan partai.
’’Kita doakan saja agar muncul yang terbaik bagi rakyat pada Pemilu 2019 nanti,’’ tutur Ferdinand. Yang pasti, tegas dia, partainya sangat siap berkoalisi dengan Partai Gerindra.
Terkait dengan sosok calon presiden dan wakil presiden yang diusung, menurut dia, hal itu akan diputuskan setelah koalisi disepakati. Kandidat yang diusung tentu merupakan hasil kesepakatan bersama antarpartai koalisi.
Ditempat terpisah Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon mengaku belum tahu perihal jadwal pertemuan keduanya. Ia hanya membenarkan ada komunikasi politik mengarah pada koalisi.
“Belum tahu (kapan akan bertemu), saya kira itu (pertemuan) berarti mempunyai peluang yang lebih besar untuk melakukan koalisi bersama,” ujar Fadli di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/5).
Fadli pun mengakui dan memahami, Partai Demokrat sudah memiliki syarat koalisi yaitu menjadikan Ketua Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Agus Harimurti Yudhoyono sebagai cawapres.



