Soalnya, lanjut Asep, koalisi tersebut cukup mengusung itu, jika menurutnya PAN yang memiliki tiga kursi ditambah PPP tiga kursi dan NasDem satu kursi, itu dapat mengsung dengan konsem minimal. Artinya, koalisi itu cukup memiliki 20 persen suara tau tujuh kursi dewan di perwakilan legislatifr.
“Tidak ada PAN, ya tidak bisa mengsung. Makanya, posisi PAN ini harus dipastikan oleh PPP dan NasDem, terutama dalam pengusungan kepada Pa Mulyono,” katanya.
Soalnya, kata Asep yang juga Ketua STIE PGRI Sukabumi itu, dirinya meyakini tentunya bakal ada intruksi dari pusat mengenai dengan keterpihakan di Pilwalkot Sukabumi kepada internal parti besutan Zulkifli Hasan di Kota Sukabumi itu, apakah menguatkan atau pindah pengusungan.
“Apakah nanti dapat intruksi menguatkan untuk terus mengusung Pa Mulyono atau sebaliknya. Konsisi ini, tergantung bagaimana Pa Mulyono dan PAN melakukan komunikasi politik ketingkat DPP partai itu (PAN,red),” ujarnya.
Meski begitu, lanjut Asep, dirinya tetap mengharapkan PAN Kota Sukabumi dapat menentukan pilihanya secara konsisten dan tidak terpengaruh adanya koalisi ditingkat DPP PAN, PKS dan Gerindra untuk mengusung satu apket calon di Pilgub Jabar yang bakal dihelat bersamaan di Pilwakot Suakbumi tahun 2018.
“Apakah rencana koalisi Pilgub Jabar itu terintegrasi atau tidak dengan Pilwakot, saya sukarng tau ya. Karena, itu urusan internal partai masing-masing tapi saya mengharapkan PAN sebagai partai yang konsisten mengsung Pa Mulyono. Berubah atau tidak, kita liats aja nanti ya,” paparnya. (sep/d)





