Ketua DPD Golkar Kota Sukabumi Keukeuh Masih Dibarisan KSM dan Solid

Koalisi KSM Kota Sukabumi
Rapat Koalisi Sukabumi Maju (KSM) di salah satu hotel belum lama ini.

SUKABUMI – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 di Kota Sukabumi memanas. Hal ini pasca mencuat koalisi antara Partai Demokrat dengan Partai Golkar yang telah memunculkan Mohamad Muraz sebagai bakal calon (Bacon) Wali Kota dan Andri Setiawan Hamami menjadi bacalon Wakil Wali Kota Sukabumi.

Mencuatnya isu pasangan Mohamad Muraz dengan Andri Setiawan Hamami bukan tanpa dasar. Sebab, sudah muncul selembar kertas bentuk koalisi dua partai dan ditandatangani langsung oleh Ketua DPC Partai Golkar Kota Sukabumi, H Widagdo dengan dilengkapi materai dan Ketua DPC Partai Demokrat Kota Sukabumi, Mohamad Muraz berikut cap asli.

Bacaan Lainnya

Hal itu, banyak yang berspekulasi, Koalisi Sukabumi Maju (KSM) yang di dalamnya terdiri dari 6 partai yaitu PPP, Partai Gerindra, PAN, NasDem, PDI P, dan Partai Golkar bakal bubar di tengah perjalanan. Di sisi lain, Ketua DPC Partai Golkar, H Widagdo menegaskan, bahwa saat ini perjalanan masih panjang dan dinamis.

“Prosesnya sangat panjang dan memang masih dinamis untuk Partai Golkar dan Demokrat masih menunggu keputusan dari masing masing DPP. Kami masih menunggu hasil survei dari DPP Golkar dan Demokrat juga masih menunggu surat rekomendasi dari DPP,” ujar H. Widagdo, Sabtu (22/06).

H. Widagdo menegaskan, sampai hari ini Partai Golkar tetap masih berada di Koalisi Indonesia Maju (KSM) dan tentunya sampai nanti menuju ke pendaftaran. “Jadi untuk itu sementara ini Golkar masih ada di KSM dan Koalisi Indonesia Maju masih tetap solid,” tegasnya.

Sebelumnya, sambung Widagdo DPP Partai Golkar telah memberi tugas ke 4 orang. Yaitu dirinya, kemudian Sekjen Partai Golkar, Andri Hamami dan dirinya sebagai bakal calon F1 atau bacalon Wali Kota Sukabumi. Namun, tiga memundurkan diri, karena ingin Andri Hamami naik sebagai kandidat bakal calon Walikota.

“Dalam perjalanan keputusan DPP ternyata pak Andri berubah haluan yang tadinya ingin menajdi F1 hari ini dia mau menjadi F2. Nah, ini adalah salah satu juga yang sedang dipertimbangkan oleh DPP. Jadi surat tugas itu untuk F1 tapi ujug ujug (tiba tiba) menjadi F2. Intinya kami masih dalam pertimbangan DPP Golkar apakah iya atau tidak,” ungkap H Widagdo.

Menurutnya, kalau dibilang koalisi itu betul sah, tapi kalau bicara lagi soal kandidat ini ke dalam kandidat yang dicalonkan oleh DPP pihaknya tidak tau, karena masih menunggu hasil survei yang terbaik.

“Sementara itu, pak Muraz juga seperti itu, karena pak Muraz, DPP mengeluarkan surat tugas kepada pak Ayep Zaki dan ke pak Muraz. Kita masih menunggu itu. Jadi saya disini sebagai Ketua Partai Golkar belum bisa menyatakan memundurkan diri dari koalisi, karena belum ada kejelasan dari kedua kandidat ini. Intinya KSM sampai saat ini solid tidak ada masalah,” bebernya.

Adapun jika benar DPP Golkar mengeluarkan surat tersebut mungkin saja bisa terjadi, tapi tadi itu masih menunggu sampai di awal pendaftaran, karena belum tahu kabarnya seperti apa.

“Hari ini DPC Partai Golkar masih menunggu kedua kandidat itu menyerahkan surat rekomendasi ke Partai Golkar untuk bisa dibawa ke KPU nanti,” tandasnya. (ris)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *