Artinya pelayanan kesehatan setiap wilayah seperti puskesmas akan di optimalkan untuk mengecek kondisi warga yang memang tidak bisa pergi untuk berobat.
“Melalui ketua RT atau RW nanti harus lapor ke Puskemas setempat, nanti dokter yang sudah disediakan datang untuk mengobati warga tersebut. Tak hanya itu, warga yang miskin akan di kaver biaysa kesehatannya oleh pemerintah melalui BPJS Kesehatan, kita hitung ada sekitar 60 ribu,” jelasnya.
Perjalanan yang begitu panjang dilakukan Jona dan tim saat menyapa warga, Jona menemukan salah satu pengrajin parang yang memang memerlukan bantuan modal untuk mengembangkan usahanya. Padahal pengrajin itu bisa dibilang sangat mampu untuk berkembang hanya saja butuh permodalan dan pemasarannya.
“Dia itu hanya dibayar Rp30 ribu per buah, sementara pembuatannya itu sangat rumit membutuhkan tenaga dan kejelian. Kita dari pasangan Ijabah mempunyai program untuk memberikan bantuan modal tanpa bunga kepada UMKM. Tak hanya itu kita akan bantu dalam segi pemasarannya,” bebernya.
Sejumlah program yang dilakukan oleh pasangan Ijabah di Pilwalkot nanti sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kota Sukabumi saat ini. ” Kami pasangan Ijabah semakin yakin program yang kami luncurkan nanti itu benar benar kebutuhan dan keinginan masyarakat, semoga Kota Sukabumi barokah,’ pungkasnya. (bal)

