Pilkada Kabupaten Sukabumi

Iman Adinugraha Ingatkan Bupati Sukabumi Jangan Cawe Cawe di Pilkada 2024 dan Mobilisasi ASN

×

Iman Adinugraha Ingatkan Bupati Sukabumi Jangan Cawe Cawe di Pilkada 2024 dan Mobilisasi ASN

Sebarkan artikel ini
Iman Adinugraha
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Sukabumi, Iman Adinugraha.

SUKABUMI – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Sukabumi, sekaligus anggota DPR RI terpilih pada Pileg 2024, Iman Adinugraha mengingatkan Bupati Sukabumi agar tidak cawe cawe di Pilkada 2024. Apalagi menggunakan anggaran publik dan memobilisasi para Aparatur Sipil Negara (ASN).

Pada perhelatan Pilkada 2024 ini, Marwan Hamami memang tidak mencalonkan diri, karena sudah dua periode. Namun, di sisi lain Marwan itu masih menjabar sebagai Bupati, sehingga rentan cawe cawe menggunakan anggaran pemerintah dan mobilisasi ASN.

Bank bjb Tandamata

“Saya tidak menuding pak Marwan Hamami cawe cawe pada perhelatan pesta demokrasi atau Pilkada 2024 ini, tetapi hanya sekedar mengingatkan saja, karena potensi itu ada. Apalagi kan kadernya maju di Pilkada tahun ini,” ungkap Iman kepada radar sukabumi, pada Senin (29/07).

Apalagi itu terjadi dan ditemukan di lapangan maka citra Bupati Sukabumi Marwan akan dinilai buruk dan melanggar peraturan yang ada. Untuk menghindari itu, tentu Bawaslu maupun penyelenggara pemilu harus tegas jika menemukan hal itu dan tidak boleh tebang pilih.

“Disinilah peran penyelenggara pemilu atau pengawas pemilu lebih dalam pengawasan. Pun masyarakat jika menemukan indikasi itu agar segera maporkannya dan jangan takut adanya intervensi,” tegasnya.

Kemudian memobilisasi ASN yang notabene harus netral, juga tidak boleh ada intervensi atau ancaman, sehingga ASN ini dalam menjalankan tugas untuk melayani warga Kabupaten Sukabumi tidak maksimal serta penuh tekanan.

“Sudah jelas ASN itu kan harus netral, jangan sampai adanya intervensi mengarahkan ke salah satu bacalon Bupati maupun Wakil Bupati. Mereka punya hak masing masing untuk mmemilih pemimpin terbaik sesuai dengan hati nuraninya. Apalagi jika adanya penyalahgunaan anggaran untuk publik,” pungkasnya. (ris)