“Kenapa partai dulu, karena kami ingin menyamakan dulu visi dan misinya. Calon yang mendaftar sudah banyak dan ada yang saling beririsan. Parameternya sudah jelas. Kami akan memaksimalkan ikhtiar sampi kelima parpol ini mendaftar ke KPU,” cetusnya.
Hasim kembali menambahkan, berdasarkan hasil survei sementara,ada empat kandidat yang dominan atau yang tingkat elektabilitasnya di atas 15 persen, posisi pertama yaitu Iyos Somantri, kedua Iman Adinugraha, ketiga Hasim Adnan dan keempat Asep Jafar.
Namun demikian, Hasim mengaku akan tetap mengacu pada metodologi ilmiah melalui lembaga survei yang kredibel dan objektif dalam memutuskan siapa kandidat yang akan diusung oleh koalisi tersebut.
“Jadi ini bocoran-bocoran survei ya yang secara umum, dan perlu dicatat dari keempat nama itu nggak ada yang dominan, masih di bawah 15 persen semua, sehingga kontestasinya masih cukup menarik lah ya diantara nama-nama yang sudah beredar ini,” ungkapnya.
Ia menyebut, nama-nama yang berpotensi diusung itu nantinya tidak lagi disetorkan kepada partai, melainkan kepada tim khusus yang sudah dibentuk oleh parpol koalisi, sehingga mekanismenya jelas.
“Kita lihat perkembangan dua bulan ke depan apakah muncul nama. Nanti itu akan kita uji kapasitas dan resources-nya. Sehingga ketika nanti muncul nama itu, adalah figur yang sudah teruji secara objektif. Termasuk saya sendiri, tidak akan memaksakan diri, tapi memantaskan diri,” pungkasnya. (ris)






