SUKABUMI – Kekuatan pasangan bakal calon (Bacalon) Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi, Iyos Somantri-Zaenul semakin kokoh jelang pendaftaran pasangan bacalon ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukabumi yang rencana dilaksanakan di akhir pendaftaran pada Kamis (29/08) besok.
Informasi yang dihimpun, pasangan dua figur birokrat tersebut, kini resmi diusung 13 partai politik. Empat merupakan partai parlemen antara lain, Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Gerindra, dan terakhir dari Partai PDI Perjuangan.
Kemudian dari partai non parlemen antara lain yakni, Partai NasDem, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Perindo, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Hanura, Partai Buruh, Partai Ummat, Partai Garuda, dan Partai PKN.
Ketua Partai NasDem Kabupaten Sukabumi, Ayep Zaki mengaku telah memberikan SK rekomendasi model B1-KWK dari DPP Partai NasDem dan langsung diserahkan kepada pasangagan Iyos Somantri-Zaenul, pada Rabu (28/08).
“Alhamdulillah, hari ini kita memberikan SK berupa B1-KWK dari DPP Partai NasDem kepada pak Iyos Somantri-Zaenul. Hasil dari keputusan MK, sehingga kita berhak untuk mengusung bacalon. Apalagi kita punya 4,75 persen suara di Pileg 2024 dan siap berjuang memenangkan Iyos-Zaenul,” ungkap Ayep Zaki kepada radar sukabumi, Rabu (28/08).
Ayep yang juga bacalon Wali Kota Sukabumi yang berpasangan dengan Bobby Maulana menegaskan, Partai NasDem berkomitmen, politik tanpa mahar. Hal ini bisa dibuktikan dengan keluarnya SK rekomendasi model B1 KWK tanpa mengeluarkan operasional sedikit pun.
“Selanjutnya, Partai NasDem juga tidak akan memberatkan dan setelah dilantik kita bukan menjadi pemberat, tetapi meringankan dalam kinerja pemerintah pal Iyos dan Zaenul nanti,” ujar Ayep Zaki.
Menurutnya, Partai NasDem juga memiliki program unggulan terkait kedaulatan pangan yang tentunya akan dititipkan kepada Iyos Somantri-Zaenul jika ditakdirkan menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi periode 2025-2030.
“Kami juga punya progam unggulan dimana Sukabumi harus punya rumah pangan rakyat, sehingga misi daripasa kedaulatan pangan di Indonesia bisa terwujud di Sukabumi itu yang NasDem titipkan kepada pak Iyos dan pak Zaenul nanti,” imbuhnya.
Selain itu, pihaknya juga akan mengusulkan jika Iyos-Zaenul dilantik yaitu menjalankan UUD nomor 41 tahun 2024 dan PP nomor 4 tahun 2006 yang sudah lama sekali dan ini harus dijalankan di Sukabumi. Ia juga blak blakan kenapa ikut mengusung pasangan Iyos Somanti-Zaenul.
“Hati saya dengan pak Iyos ya, sudah lama bersemi. Jadi memang sudah direncanakan sejak lama, karena waktu itu partai dari non parlemen tidak punya kursi, sehingga di awal menunggu saja, tapi dengan adanya putusan MK merubah segala-galanya, sehingga kita menjadi pengusung yang aktif,” cetusnya.
Disinggung dirinya juga ikut berkontestasi dalam perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 di Kota Sukabumi. Dirinya memastikan konsentrasi memenangkan Iyos – Zaenul tidak akan terpecah.
“Kita menggunakan mekanisme partai yang kita jalankan di kabupaten dan di kota juga mekanisme partai yang menjalankan, jadi ada dua stuktur partai yang menjalankan. Sebab, prinsipnya stuktur berbeda antara kabupaten dan Kota. Sehingga suara partai NasDem sebanyak 666.464 suara dipastikan dapat memilih pasangan Iyos Somantri – Zaenul,” pungkasnya.






