POLITIKPolitik Kabupaten Sukabumi

Pengamat : Pilkada Itu Ajang Adu Gagasan

Bukan Saling Mencari Kelemahan

SUKABUMI — Pengamat Politik Munandi Saleh mengatakan, bahwa Pilkada 2020 mendatang harusnya menjadi ajang adu gagasan antara calon pemimpin dengan visi dan misi serta program unggulan kedepan. Itu artinya, pilkada bukan untuk ajang mencari kesalahan antara kandidat lain atau lawannya. “Memang harus mengarah kesana, pemilih cerdas itu harusnya segera berevolusi, jangan terpancing dengan isu di media sosial. Tujuannya agar pilkada ini benar-benar menghasilkan pemimpin yang berkualitas dari hasil para pemilih yang cerdas, “jelasnya.

Sudah seharusnya, para pemilih melihat dan berfikir calon pemimpin mana yang rasional dan mau mengajak para pemilih untuk berfikir akan kemajuan daerahnya. Para calon pemimpin harusnya bisa melihat kondisi daerahnya secara obyektif dan terus memberikan beberapa analisa tentang potensi dan peluang Kabupaten Sukabumi kedepan, hingga kemudian dirumuskan dalam visi dan misi untuk disampaikan kepada calon pemilih.

“Kalau hari ini, banyak dimedia sosial banyak relawan saling menjatuhkan. Maka, kalau seperti itu berarti proses demokrasi kita masih belum bisa sesuai dengan diharapkan, karena pilkada itu bukan ajang pembunuhan karakter yang harus dimunculkan tetapi kecerdasan calon pemimpin dalam memecahkan masalah dan merumuskan masalah agar lebih baik lagi, “cetusnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, ketika sudah mengarah kepada ajang adu kuat gagasan dan visi dan misi pastinya para masyarakat dalam hal ini calon pemilih bisa menentukan arah dukungan, bukan karena ada sesuatu tetapi memang kualitas dari calon pemimpinnya. Tentunya, untuk mengarah kesana, perlu adanya sosok kedewasaan bagi para relawannya, dan calon pemimpinnya untuk memberikan edukasi kepada relawannya agar tidak saling menjatuhkan.

“Kita harus menciptakan pemilih yang bermartabat, proses pembangunan demokrasi yang sudah digulirkan harus ditata dan dibangun dengan benar. Jangan sampai jalan ditempat, pilkada hari ini harus dewasa dengan menyudahi saling mencaci dan berseteru dengan lawan. “tukasnya. (hnd)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button