Lebih lanjut dirinya mengatakan, dengan demikian maka cost menjadi mahal, dan ini sebetulnya yang menjadi masalah dan tantangan bangsa kedepan. Jangan sampai para calon pemimpin kalau mahalnya cost politik maka setelah jadi harus bisa mengembalikan modal. Tapi meski begitu, hal tersebut sebetulnya tergantung niat para paslon mau mengabdi atau merampok uang rakyat.
“Untuk mendapatkan posisi menjadi kepala daerah jelas memerlukan biaya, tapi kesimpulannya semua tergantung niatnya. Kalau niatnya untuk mempekaya sendiri maka biaya untuk mencalonkan harus kembali dan bahkan harus melebihi, “tukasnya.
(hnd)





