Ia lantas menyinggung Pilkada 2017 yang terjadi di DKI Jakarta. Saat itu, ia menilai politik identitas sangat kentara terjadi. “Iklim politik itu turut dirasakan hingga ke ruang peribadatan yang seharusnya bisa steril dari kepentingan politik,” sambungnya.
Yang tak kalah penting, saat ini ekonomi global sedang dihadapkan dengan ancaman resesi ekonomi yang penuh dengan situasi ketidakpastian. Kondisi ini tentu turut menjadi faktor ancaman situasi politik 2024.
Faktor lain adalah persiapan teknis penyelenggaraan pemilu serentak 2024 yang tidak mudah dan kompleks. “Sebab di tahun yang sama, juga akan digelar pilkada serentak dan efek politik dari penyelenggaraan pemilu nasional juga berpotensi menjalar ke sejumlah daerah,” tandasnya. (*)






