“Saya kemarin ini dari UGM Jogja, pagi saya bertemu Sultan bicara cukup panjang, sangat akrab. Setelah itu ada acara di UII buka puasa bersama, nah harusnya saya memberikan ceramah tarawih di UGM Jogjakarta. Tapi, rektornya ditekan oleh pihak Istana, sehingga rektornya menekan masjidnya, dan masjidnya minta maaf ke saya,” beber politisi dari PKS itu.
Fahri mengaku heran dengan tindakan yang dilakukan pihak Istana, sehingga melarang kampus menggelar acara yang menghadirkan dirinya.
“Dan lebih konyolnya lagi, apa masih ada gunanya larangan? Ini saya ngomong lagi di streaming. Dua juta setengah orang nonton. Mau di kampus atau dimana pun, bisa ditonton jutaan orang.
Tapi Istana ini, dengan mentalitas jadulnya itu melarang. Apa sih pikirannya itu? Jadi mereka anggap masih ada gunanya yang namanya breidel dan larangan itu,” sebut Fahri.
(ian)





