Pilkada Kabupaten SukabumiPOLITIK

PDIP : Dengan Gerindra itu Bisa Jauh Bisa Tidak

SUKABUMI — Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Sukabumi Tata Subrata mengatakan adanya pertemuan ketua DPC PDIP dengan Legislator Senayan dari Partai Gerindra Heri Gunawan belum bisa dikatakan sepakat untuk bekoalisi, pasalnya dari Gerindra sendiri belum memunculkan nama figur yang akan diusungnya.

“Berbicara koalisi kami akan melihat terlebih dahulu figurnya siapa, karena ketika figurnya tidak sepandangan dengan nilai-nilai PDIP kita tidak memaksakan berkoalisi, “terangnya.

PDIP secara tegas mengatakan bahwa figur yang diusung bersama parpol koalisi nantinya harus bisa bersinergi dengan pusat, itu artinya PDIP memiliki kriteria yang tidak sembarangan. Untuk saat ini, memang PDIP lakukan komunikasi dan penjajakan kepada semua parpol termamsuk Gerindra. “Ya kalau komunikasi tetap jalan, tetapi tidak memunculkan ketitik akhir, artinya masih dinamis, “cetusnya.

Gaya komunikasi tetap kita jalankan dengan semua parpol, dan PDIP dalam pilkada saat ini akan tetap dalam posisi mengusung. Artinya, walaupun posisi PDIP pada posisi F2 (Wakil bupati red) tetap figur yang akan diusung harus ada harmonisasi dengan pusat dan diharapkan bisa membangung Sukabumi lebih baik lagi.
“Pemimpin sekarang sudah baik, tetapi kedepan harus lebih baik lagi. Dengan itu, PDIP berharap figur pemimpin kedepan harus bisa bersinergi dengan pusat agar program pimpinan dari pusat bisa berjalan ke daerah dengan baik, “terangnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, bahwa PDIP memunculkan tiga pilar penting pertama Berdaulat dalam politik, Berdikari dalam ekonomi dan berkribadian dalam kebudayaan. Dengan pilar itu PDIP yakin terjadinya sinergi.

“Intinya komunikasi politik tidak akan pernah putus, karena PDIP mengacu kepada Pancasila dengan semangat gotong ronyong, karena sadar betul PDIP tidak bisa berdiri sendiri, itu artinya harus ada kawan untuk berkoalisi, “cetusnya.

Ditempat terpisah Sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Sukabumi, Agus Firmansyah mengatakan bahwa, Gerindra sampai hari ini belum memutuskan koalisi dengan partai manapun, adapun untuk komunikasi terus dijalankan dengan partai manapun termasuk dengan PDIP. Pasalnya, koalisi itu harus mendapatkan persetujuan dari DPP, jika tidak maka koalisi tersebut tidak akan pernah terjadi.

“Ya Gerindra didaerah intinya melaksanakan keputusan dari pusat, kami tidak ingin mendahului keputusan pusat, cuma memang konstalasi politik sudah memanah, kita mengikuti iramanya. Kuncinya sudah diberikan ke Pusat, tinggal pusat yang memutuskan, “tukasnya. (hnd)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button