Mulai Berburu Simpati

  • Whatsapp
Pengamat Politik Munandi Saleh

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Jelang pilkada 2020 pada September mendatang, sejumlah Partai Politik (parpol) mulai melakukan stategi pemenangan. Contohnya PDIP yang sudah membuka penjaringan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati untuk Pilkada 2020. Bahkan sejumlah nama sudah bermunculan, mulai dari tokoh hingga pertahana masuk untuk ikut penjaringan.

Pengamat Politik Munandi Saleh menilai, hal itu sesuatu yang wajar dan harusnya dilakukan oleh setiap parpol yang akan berlaga untuk mendukung dan mengusung Pilkada 2020 mendatang. Pasalnya, jika disiapkan sedari awal bisa memetakan peta koalisi dan kekuatan calon yang akan didukung ataupun di usungnya.

Bacaan Lainnya

“Itu hal yang wajar, bagusnya dicontoh sama parpol lain juga. Biar masyarakat sedini mungkin tau mana calon yang akan maju di Pilkada, “jelas Munandi Saat dihubungi koran ini kemarin, “terangnya.
Saat ini, baru ada dua nama yang dipastikan maju sebagai kandidat calon Bupati. Nama Bupati Marwan Hamami dan Wakilnya Adjo Sarjdono sudah banyak dimunculkan dan kabarnya sudah melakukan manuver berburu simpati. Hal itu, merupakan hal yang lumrah dilakukan bakal calon. Karena membangun simpati dimasyarakat harus jauh-jauh hari dilakukan.

“Yang ramai baru dua, Pak Adjo dan Pak Marwan. Dua-duanya pertahana, jika kemudian maju akan diuntungkan karena mereka masih memiliki akses untuk meraih simpati masyarakat di lapangan. Bedanya, Pak Marwan sudah memiliki Parpol Golkar, sementara pak Adjo masih mencari parpol “terangnya.

Bakal calon pertanaha sangat diuntungkan jika maju kembali. Pasalnya, bisa lebih leluasa melakukan pemetaan kekuatan politiknya meski tahapan belum berlangsung. Saat ditanya soal gesekan diantaranya keduanya dirinya menjawab, bahwa dalam politik gesekan semacam itu biasa terjadi. Dirumah tangga sekalipun bisa terjadi apalagi didalam tata kelola pemerintah.

“Yang penting keduanya memiliki jiwa ingin meningkatkan tarap kehidupan masyarakat saja. Kemudian melakukan komunikasi yang baik dengan masyarakat apa yang dibutuhkan masyarakat dalam lima tahun kedepan. Karena diantara keduanya masih ada plus minusnya. “cetusnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, selain dua pertahana bisa saja ada bakal calon yang lain maju, karena potensi itu masih terbuka lebar. Tinggal bagaimana para parpol memetakan siapa yang laik diusung maupun didukung untuk Pilkada 2020 mendatang. Konstalasi politik masih begitu panjang, bisa saja ada calon yang tidak mempergunakan parpol ikut maju. Ataupun, bisa terjadi hanya dua pasangan saja tinggal bagaimana para parpol bersinergi dengan parpol lain hingga memunculkan bakal yang baik.

“Kalau prediksi berapa pasangan, saat ini masih bisa berubah-rubah. Ada potensi dua pasangan, tetapi bisa juga bisa sampai empat pasangan, tergantung para parpolnya saja yang melakukan manuver, “tukasnya.

 

(hnd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *