JAKARTA— Calon Presiden, Prabowo Subianto sepertinya belum puas dengan jumpa pers yang digelar pada Rabu kemarin (3/10) terkait pengakuan aktivis, Ratna Sarumpaet yang sudah berbohong soal penganiayaan. Hari ini, Kamis (4/10), ketua umum Partai Gerindra itu kembali menjelaskan perihal kabar penganiayaan yang diperoleh, pertemuan dengan Ratna, hingga pengakuan Ratna yang berbohong.
Penjelasan Prabowo disampaikan lewat akun Facebook miliknya Prabowo Subianto. Status tersebut sudah diposting tiga jam lalu dan dikomentari hampir 20 ribu kali serta dibagikan 13 ribu kali. Dalam postingannya, Prabowo menghaturkan maaf atas kekhilafan yang terjadi. Jelas dia, tidak sedikit pun terbersit niat untuk menimbulkan kegaduhan dari peristiwa ini, hanya naluri kemanusiaan.
Selanjutnya, setelah Ratna mengundurkan diri tim Prabowo-Sandi, Prabowo juga dengan tegas memberhentikan Ratna dari jabatan di Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi. “Sebagai teman, saya akan terus menunjukkan kepedulian, tetapi sebagai pemimpin saya tidak bisa mentolelir kebohongan,” terang Prabowo.
Perilaku bohong aktivis perempuan Ratna Sarumpaet diduga akibat adanya tekanan jiwa yang berat. Hal tersebut disampaikan oleh capres nomor urut 02 Prabowo Subianto saat konferensi pers di kediamannya di Jl Kertanegara IV, Jakarta, Rabu (3/10). “Saya dengar ada indikasi dia (Ratna) sedang dalam tekanan jiwa yang sangat berat,” ungkap Prabowo.
Hal itu diperkuat dari keterangan yang diperolehnya dari keluarga Ratna. Dalam beberapa bulan terakhir, ibunda artis nasional Atiqah Hasiholan itu sering mengalami depresi.
Namun Prabowo tidak tahu, hal apa yang membuatnya depresi hingga kemudian melakukan perbuatan yang berdampak pada tim pemenangan nasional Prabowo-Sandi. “Setiap orang kan bisa saja mengalami tekanan, mungkin masalah ekonomi dan segala macamnya, saya tidak tahu,” ungkapnya.
Sebagai capres, Prabowo sudah meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia atas kekeliruannya menanggapi laporan palsu Ratna. Di luar itu, dirinya tidak mau mencampuri lebih dalam urusan pribadinya. “Saya tidak mau mencampuri karena itu kan privasi, tapi saya tetap empati pada beliau mau bagaimanapun. Kasihan sama beliau sebagai manusia,” pungkasnya.
(ald/rmol)





