JAKARTA, RADARSUKABUMI.com – Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) masih menginginkan Megawati Soekarnoputri bisa memimpin kembali partai berlogo banteng untuk lima tahun mendatang. Seperti yang dikatakan Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, merujuk pada Konferensi Cabang di 514 kabupaten dan Konferensi Daerah di 34 provinsi di Indonesia, semuanya masih menginginkan Megawati kembali menjadi orang nomor satu di PDIP. “Semua manyampaikan aspirasi arus bawah yang mengendaki Ibu Mega sebagai ketua umum,” ujar Hasto di Grand Inna Beach Hotel, Bali, Kamis (8/8).
Pria kelahiran Jogjakarta itu mengatakan, pada malam sekira pukul 21.00 WITA, Megawati Soekarnoputri dikukuhkan atau didapuk kembali menjadi ketua umum PDIP. Mega melanjutkan kepemimpinannya selama lima tahun mendatang. “Pada malam hari nanti (kemarin red) sesuai dengan jadwal acara direncanakan untuk pengukuhan kembali Ibu Megawati sebagai ketua umum,” katanya.
Sementara itu, adanya wacana struktur baru seperti ketua harian atau wakil ketua umum, Hasto mengatakan itu akan dibahas dalam rapat komisi yang agendanya adalah merancang AD/ART PDIP. “Nanti pembahasan AD/ART akan dirancang keputusan. Bagaimana aspirasi keputusan itu akan didengarkan,” pungkasnya.
Sekadar informasi, Megawati Soekarnoputri sudah 20 tahun menjadi Ketua Umum PDIP. Awal mula putri dari presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, menjadi ketua umum pada Maret 1999. Kala itu Megawati membentuk partai dengan nama PDIP. Dengan demikian bila Megawati Soekarnoputri terpilih kembali menjadi ketua umum PDIP, dia sudah 25 tahun menjadi pimpinan pucuk tertinggi partai berlambang kepala banteng tersebut. Ini merupakan prestasi tertnggi karena menjadi ketua umum terlama sebuah partai di Indonesia.
Sementara itu, Wakil Ketua Advokasi DPP Partai Gerindra, Hendarsam Marantoko mengatakan, kehangatan yang diperlihatkan oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Presiden Joko Widodo kepada Prabowo menyiratkan adanya semangat yang jelas dari tiga tokoh politik itu. “Yaitu bersama-sama membangun bangsa baik di dalam ataupun di luar pemerintahan,” ujar Hendarsam
Menurutnya, poros Jokowi-Mega-Prabowo akan menular kepada akar rumput dan berimbas merekatnya kembali hubungan para pendukung pada pilpres lalu. “Dan memang itulah agenda besar dari ketiga tokoh tersebut untuk menjaga keutuhan NKRI,” sebut Hendarsam. “Prabowo datang ke Kongres PDIP, tampaknya poros Teuku Umar-Kertanegara akan terbentuk secara alamiah,” tutupnya menambahkan.
(wan/jpg)






