KPU : Masa Kampanye Paslon Ditetapkan 71 Hari

  • Whatsapp
SOSIALISASI : Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukabumi saat melakukan sosialisasi PKPU Nomor 5 Tahun 2020 yang digelar di Hotel Agusta, Jumat (19/06).

SUKABUMI — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Raja Ampat menggelar sosialisasi PKPU Nomor 5 Tahun 2020 tentang tahapan, program dan jadwal Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Sukabumi, Jumat (19/06). Dalam sosialisasinya, KPU menjelaskan tentang tahapan kepada 30 Stakeholder yang diundang pada kegiatan Sosialisasi tersebut.

Komisioner KPU Divisi SDM dan Partisipasi masyarakat Merry Sariningsih mengatakan dalam sosialisasi tersebut diantaranya tentang tahapan, perlu diketahui untuk tahapan pencalonan akan dibuka sejak tanggal 28 Agustus sampai 3 September, sementara untuk pengumuman dilakukan pada tanggal 4 September sampai 6 September baru tanggal 23 September KPU menetapkan paslon.

Bacaan Lainnya

“Banyak yang bertanya tadi, soal kampanye. Setelah tiga hari setelah pengumuman mulai tanggal 26 September sampai 5 Desember itu masa kampanye paslon atau selama 71 hari, “jelasnya.

Sementara untuk debat publik paslon, KPU memastikan akan tetap dilakukan namun kemungkinan akan dilaksanakan secara firtual atau melalui media daring. Namun, untuk penambahan TPS yang sebelumnya 4.118 Tempat Pemungutan Suara (TPS) menjadi 4.978 TPS artinya ada penambahan sekitar 860 TPS untuk Pilkada pada 9 Desember 2020 mendatang. Penambahan tersebut berdasarkan aturan bahwa batas maksimal TPS maksimal di angka 500 orang.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, untuk sosialiasi ini tentunya dengan memperhatikan standar protokol kesehatan yang berlaku. Tahapan ini tentunya harus disosialisasikan, dalam kegiatan yang di lakukan ini memberikan arahan terkait dengan tahapan yang di maksud. Sebenarnya kegiatan ini mau dilakukan untuk semuanya, namun karena pandemi Covid-19 dan dengan kondisi keterbatasan fasilitas sehingga kegiatan ini dapat dibagi menjadi dua sesi.

“Teknis tahapan pilkada ditengah pandemi Covid-19, nantinya pihak KPU minta petunjuk dari tim Covid -19 agar dapat membantu mensosialisakan mekanisme pelaksanaan pencoblosan nanti”, tambahnya.

Pelaksanaan pencoblosan nantinya akan berbeda, protokol kesehatan akan tetap dilakukan dan APD juga nantinya disiapkan. Dirinya mengharapkan peran serta semuanya, karena pelaksanaan Pilkada ini milik kita bersama. KPU sebagai institusi atau lembaga penyelenggara hanya melaksanakan dan menjalankan.

“Kami berharap, Partisipasi dari semua, Baik itu Pemerintah Daerah, TNI, Polri, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan rekan penyelenggara Lembaga Bawaslu untuk sama-sama bergandeng tangan mensukseskan Pilkada ini, “tukasnya. (hnd)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *