“Kami menilai kalau tidak ada KPPS, tidak akan berjalan Pemilu 2024. Saat ini juga kami mengetahui ada anggota KPPS yang sakit dan meninggal. Kami juga sudah lakukan kajian maka dari itu kami ada bersama KPPS,” kata Indrajit Rai di Kantor KPU Jabar. Atas hal tersebut, Chaerulman mengapresiasi apa yang menjadi tuntutan dari aliansi yang terdiri dari berbagai unsur dari universitas di Bandung seperti Universitas Pasundan, Universitas Widyatama, UIN Sunan Gunung Djati, IT Telkom, Universitas Pendidikan Indonesia, dan Binus tersebut.
Menurutnya, apa yang menjadi tuntutan dari aliansi aktivis Jabar ini, menjadi suntikan moral bagi pihak KPU agar melakukan hal-hal yang lebih baik ke depannya.
“Alhamdulillah bagi kami suntikan energi positif bagi kami penyelenggaraan, yang masih berproses rekapitulasi penghitungan suara di kecamatan sampai saat ini,” tutur Chaerulman.(*)






