Terlebih lagi, sambung Hergun, Prabowo sudah mencanangkan 2045 Indonesia Emas, tentunya hal ini harus disambut secara positif. Dimana nanti yang akan bergerak, yang akan bekerja, yang akan memberikan kontribusi adalah anak-anak muda.
“Kita kenal dengan bonus demografi kalau anak anak muda kita tidak bekali dengan kebangsaannya, tidak kita bekali dengan tata cara ataupun sistem ke tata negaraan kita, dengan pola pola kepemimpinan, dunia-dunia wirausaha, tentunya akan sia sia Indonesia Emas yang kita tuju,” terangnya.
Selain itu, dirinya berharap dengan pelatihan secara konfrehensif dibahas, dari sisi kepepimpinan, dari sisi ke tata negaraan, wirausaha, komunikasi dan lain sebagainya.
“Saya harap Tidar Kota dan Kabupaten Sukabumi ini bisa menciptakan peluang kerja, bisa menciptakan lahan lahan, yang bisa membawa perbaikan untuk Kota dan Kabupaten Sukabumi,” harap Hergun.
Wakil Ketua Umum Tidar, Mohamad Atras Marfazi mengajak anak- anak muda di Sukabumi Raya ini untuk peduli terhadap politik, karena bagaimana pun juga kehidupan ini dipengaruhi keputusan politik.
“Kadang kadang banyak tang berpikir politik itu kotor, politik itu tidak kekinian, tapi kita ingin Tidar ini membawa pesan-pesan dalam politik pun bisa dibawa dengan gaya anak muda. Makanya harapan saya Tidak hadir di Sukabumi Raya ini untuk mengajak sebanyak mungkin anak muda agar melek akan politik,” singkatnya.
Sementara itu, Ketua Tidar Kabupaten Sukabumi, Yandra Utama Santosa menambahkan, pelatihan tunas satu dan dua ini amanat dan kontistusi organisasi Tidar.
“Jadi sebelum turun SK kami melakukan kesamaan dalam melakukan pengkaderan, dalam memotivasi anak muda, untuk berkembang, melek polotik, bisa sama sama membangun dan membantu masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, anak anak muda juga memahami apa yang telah disampaikan dewan pembina Heri Gunawan, bagaimana Tidar ini bisa menciptkan peluang kerja.
“Kemudian juga kader bisa maju menjadi pemimpin, tokoh-tokoh politik, tokoh bangsa. Harapan kita Tidak di Sukabumi bisa bermanfaat,” tandasnya. (ris).






