Hergun melanjutkan, bila dahulu bambu runcing dan gema takbir bisa mengalahkan meriam penjajah, maka saat ini semangat kebersamaan dan gotong-royong serta militansi para santri bisa mengalahkan kemiskinan.
“Pemerintah memang sudah menyediakan program-program kerakyatan untuk memberantas kemiskinan. Usaha tersebut membuah hasil. Kemiskinan berkurang dari 9,03% pada 2024 menjadi 8,47% pada 2025. Kolaborasi dengan santri diharapkan mampu mengurangi angka kemiskinan lebih besar lagi,” katanya.
“Santri bisa dilibatkan dalam program koperasi desa/kelurahan merah putih yang saat ini sudah terdaftar 80 ribu koperasi dan yang tersebar di seluruh desa di Indonesia. Santri juga bisa dilibatkan dalam program ketahanan pangan, MBG, dan program-program pemerintah lainnya,” lanjutnya.
Politisi yang berasal dari Dapil Jabar IV (Kota dan Kabupaten Sukabumi) itu mendorong optimalisasi Dana Abadi Pesantren agar para santri bisa berkiprah lebih maju lagi.
“UU Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren sudah mengatur adanya Dana Abadi Pesantren. Dana tersebut antara lain digunakan untuk membiayai program-program peningkatan kualitas dan SDM santri, termasuk memberikan beasiswa kepada santri berprestasi, dari tingkat sarjana hingga doktor, baik di dalam maupun di luar negeri,” katanya.
“Pada tahun 2025 dialokasikan anggaran Rp267,36 miliar untuk beasiswa Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) dengan total kuota sekitar 230 santri. Angka ini tidak sebanding dengan peminatnya yang mencapai 4.463 santri. Ke depan, anggarannya perlu diperbesar agar kuota bertambah lebih banyak,” tegasnya.
Hergun menegaskan, Hari Santri Nasional 2025 perlu dirayakan dengan penuh khidmat sebagai penghormatan atas kiprah santri dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Santri juga sudah banyak berkontribusi dalam perjalanan bangsa selama 80 tahun kemerdekaan.
“Santri sudah teruji menjadi penjaga kesatuan dan persatuan bangsa. Santri juga selalu berdiri di garda terdepan terhadap pihak-pihak yang ingin memecah belah bangsa. Karena itu, santri perlu diajak berkolaborasi untuk menyukseskan program-program pemerintah, terutama dalam memberantas kemiskinan, dan mewujudkan negara Indonesia yang sejahtera, maju dan makmur,” pungkasnya. (izo)




