JAKARTA — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar akan menggelar rapat pleno untuk menindaklanjuti pengunduran diri Airlangga Hartarto dari jabatan ketua umum. Rapat pleno itu akan digelar sekitar pukul 19.00 WIB di kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Jakarta Barat, Selasa (13/8).
“Sehubungan dengan keputusan Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto untuk mundur yang telah disampaikan pada hari 10 Agustus 2024, maka DPP Partai Golkar akan menggelar rapat pleno pada Selasa, 13 Agustus pukul 19.00 WIB, dengan semangat musyawarah mufakat,” kata Ketua DPP Partai Golkar Meutya Hafid dalam keterangannya, Selasa (13/8).
Meutya menjelaskan, rapat pleno akan berfokus kepada pembacaan surat pengunduran diri Ketua Umum Airlangga Hartarto sekaligus penentuan Plt Ketum. Serta juga akan membahas penentuan jadwal rapat pimpinan nasional (Rapimnas), dan jadwal musyawarah nasional luar biasa (Munaslub). “Rapat pleno akan dilaksanakan dengan semangat musyawarah mufakat,” ucap Meutya.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia sebelumnya meminta mundurnya Airlangga Hartarto dari jabatan ketua umum (ketum) tak dikaitkan dengan persoalan lain. Termasuk dikaitkan dengan kasus dugaan korupsi izin ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) periode 2021-2022.
Pasalnya, Airlangga sempat menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan korupsi ekspor CPO di Kejaksaan Agung pada 24 Juli 2023 lalu. “Jadi menurut saya kita tidak perlu lagi mengait-ngaitkan,” tegas Doli di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Minggu (11/8) malam.
Doli menekankan, mundurnya Airlangga dari pucuk pimpinan Partai Golkar karena ingin fokus sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Terlebih di masa transisi pemerintahan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin ke Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.






