Lanjut Sadad, Khofifah dipilih karena dia memiliki kekuatan elektoral yang besar. Ia juga merupakan kader Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus Ketua Umum PP Muslimat NU.
“Kalau memang kami tidak menghitung kekuatan Bu Khofifah secara elektoral, secara basis dukungan, enggak mungkin (tidak diperhitungkan). Berapakali coba dihitung Pak Muzani (menemui Khofifah), Pak Prabowo dua kali,” jelas dia
Selain Khofifah, Wakil Ketua DPRD Jatim itu tak mengungkap tokoh lain yang berpotensi akan memimpin Tim Pemenangan Prabowo nantinya. Siapapun yang dipilih, ia akan patuh pada keputusan ketua umumnya.
“Tapi siapapun yang nanti akan dipilih Pak Prabowo, kami semua kader partai, struktur, DPD, DPC sampai akar rumput semuanya samina wa athona pada keputusan politik yang diambil oleh ketua umum,” pungkasnya. (*)






