Caleg PDI Perjuangan di Dapil 2 Kota Sukabumi Saling Lapor ke Bawaslu

MELAPORKAN : Puluhan LSM, Ormas dan Tim pemenangan calon anggota legislatif dari PDI Perjuangan untuk Dapil 2 Kota Sukabumi di Bawaslu. (Foto : ist)
MELAPORKAN : Puluhan LSM, Ormas dan Tim pemenangan calon anggota legislatif dari PDI Perjuangan untuk Dapil 2 Kota Sukabumi di Bawaslu. (Foto : ist)

SUKABUMI — Dua Calon Anggota legislatif (Caleg) dari PDI Perjuangan untuk Dapil 2 Kota Sukabumi, saling melaporkan adanya dugaan kecurangan pada tahap rekapitulasi hasil perhitungan suara ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Kali ini, laporan datang dari Caleg Nomor Urut 02 Ujang Taufik.

Laporan itu juga dikawal oleh puluhan massa gabungan LSM, Ormas dan tim pemenangan ke Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Sukabumi.

Bacaan Lainnya

Ketua Tim Pemenangan Ujang Taofik, Firmansyah Kusmayadi mengatakan, tidak hanya Rojab Asari Caleg PDI Perjuangan Nomor Urut 1 Dapil 2 yang memiliki data adanya dugaan kecurangan. Namun, pihaknya juga memiliki data dugaan kecurangan penggelembungan suara di Kecamatan Lembursitu.

“Kami juga menyampaikan ada beberapa dugaan penggelembungan suara di wilayah Kecamatan Lembursitu. Apalagi PPK-nya itu masih sodara beliau (Rojab). Maka kami juga punya hak untuk mengajukan pengaduan ke Bawaslu dan apapun hasilnya kami siap,” ujar Firman kepada awak media, Selasa (27/2).

Menurutnya, jika hanya untuk membuktikan adanya kacurangan jangan buka kotak suara dan kalau mau fair lakukan pemilihan ulang yang diduga terjadi di TPS – TPS yang telah ditunjuk oleh Rojab.

“Silahkan pada TPS yang dilaporkan, TPS 5,6,10 dan TPS 19 lakukan pemilihan ulang itu lebih fair daripada menduga duga. Kami juga tetap menunggu keputusan dari KPU karena ini belum selesai ada pleno tingkat KPU,” paparnya.

Pihaknya mengaku, sangat menghargai dan menghormati sistem yang ada dan jangan disalah salahkan. Pemerintah dan petugas sudah bersusah payah mulai dari PPK, PPS sudah terkuras, baik tenaga dan pikirannya.

“Tolong hargai kerja keras mereka. Masih ada mekanisme jangan khawatir. Ajukan nanti di rapat pleno tingkat Kota Sukabumi bukan malah koar berkoar di media sosial. Kami harapkan juga ada penyelesaian di internal partai bukan di luar partai. Malu kami. Kita sudah komunikasi tapi belum selesai. Mudah mudahan nanti secepatnya ada jawaban dari Bawaslu,” ungkapnya.

Firman menegaskan, pelaporan ke Bawaslu ini juga menanggapi apa yang dilakukan oleh Rojab Ashari. Menurutnya apabila terjadi kekurangan ataupun kecurangan kenapa tidak dilakukan di tingkat PPK dalam rapat pleno yang dilakukan pada Jumat 27 Februari 2024 lalu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *