Bawaslu Kabupaten Sukabumi Tes Wawancara 30 Calon Panwascam

Bawaslu Kabupaten Sukabumi Panwascam
Proses tes wawancara calon Panwascam Kabupaten Sukabumi.

SUKABUMI – Sebanyak 30 orang bakal calon Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) mengikuti tes wawancara yang dilaksanakan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sukabumi, di Hotel Augusta, Kecamatan Cicantayan. Dari 30 peserta itu, nantinya akan terpilih 15 orang yang bakal bertugas di masing masing kecamatan.

Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi dan Diklat pada Bawaslu Kabupaten Sukabumi, Fahmi Setia Dwi Nugraha mengatakan, yang mengikuti tes wawancara hari ini merupakan peserta baru atau pendaftar baru setelah beberapa hari ke belakang melaksanakan evaluasi kinerja untuk kecamatan existing.

Bacaan Lainnya

“Maka ada 15 posisi untuk kecamatan yang kosong kemarin juga kita sudah melakukan tes tulis, kemudian pelaksanaan pemeriksaan administrasi Panwaslu Kecamatan pendaftar baru yang hingga saat ini ditentukan hasil daripada tes tulis kemarin itu ada 30 orang yang memang lolos secara nilai untuk masuk ke tahapan wawancara,” ujar Fahmi, Senin (20/05).

Lanjut Fahmi, hari ini tes wawancara akan dituntaskan satu hari, untuk 15 yang terpilih yang satu lagi untuk calon PAW. Setelah tes wawancara ini dan sudah ada nilai, maka nanti Bawaslu akan melaksanakan pleno.

“Nanti akan diumumkan siapa saja calon Panwascam yang terpilih untuk mengisi kekosongan di 12 Kecamatan ini. Pasalnya setiap kecamatan berbeda beda kebutuhan.

Adapun untuk pengumuman hasil daripada tes wawancarain ini akan dilaksanakan pada 22 Mei dan segera dilaksanakan pelantikan pada 24 Mei,” ungkapnya.

Masih kata Fahmi, materi yang ditanyakan kepada pada calon Panwascam yaitu kaitan dengan visi misi mereka untuk menjadi badan adhoc panwascam, juga apa saja yang akan mereka lakukan selama menjadi Panwascam. Termasuk melihat bagaimana pendapat ataupun integritas mereka nanti.

“Terlebih penilaian berkaitan dengan regulasi pemahaman serta pencegahan pengawasan ataupun koordinasi mereka yang harus lebih ditingkatkan kepada tiap elemen masyarakat ataupun di forum pimpinan di kecamatan masing-masing,” imbuhnya.

Fahmi menegaskan, mereka ini nanti harus mampu melaksanakan tugas pengawasan, pencegahan penindakan, juga harus mampu berkoordinasi dengan baik di berbagai elemen di kecamatan masing masing.

“Mudah-mudahan mereka bisa melaksanakan pengawasan secara secara baik, mampu melaksanakan pencegahan pencegahan.
Apalagi sekarang itu pemilihan kepala daerah yang dipilih oleh masyarakat nanti itu bukan hanya Bupati ataupun wakil Bupati tapi juga Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat,” pungkasnya. (ris)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *