“Kontribusi Apratur Sipil Negara (ASN) untuk kemacetan hanya 4 sampai 7 persen. Kalau yang pindah hanya ASN, sementara keluarganya, bisnisnya masih ada di sini, itu tidak menyelesaikan masalah,” terangnya.
“Kalau yang pindah itu pemerintah, maka di sini masih ada masalah,” tegas dia.
Dia pun menyebut, upaya untuk memindahkan pusat kota itu layaknya seperti Pemerintah Kolonial Belanda di masa lalu.
“Jadi jangan kita meniru Pemerintah Belanda, mereka punya Kota Tua, ketika Kota Tua turun, mereka pindah ke selatan, di sekitar Monas. Masalahnya tidak diselesaikan, jadi kita harus menyelesaikan masalah,” pungkasnya. (*)






