10 Petugas PPK di Kota Sukabumi Diperiksa Bawaslu

Ketua Bawaslu Kota Sukabumi, Yasti Yustia Asih
Ketua Bawaslu Kota Sukabumi, Yasti Yustia Asih

SUKABUMI — Hingga saat ini, sebanyak 10 petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) diperiksa Bawaslu Kota Sukabumi.

Hal tersebut menyusul adanya laporan dugaan kecurangan pasca pemungutan dan perhitungan suara di tingkat Kecamatan.

Bacaan Lainnya

Ketua Bawaslu Kota Sukabumi, Yasti Yustia Asih mengatakan, sampai 27 Februari 2024, Bawaslu Kota mencatat sebanyak 8 laporan yang masuk. Mulai dari laporan dugaan money politik hingga pelanggaran administrasi.

“Sampai hari ini sebanyak 8 laporan,” ungkap Ketua Bawaslu Kota Sukabumi, Yasti Yustia Asih, Selasa (27/02).

Ia memaparkan, sebelumnya ada 6 laporan yang masuk ke Bawaslu. Bahkan pada hari ini (kemarin) sudah dilaksanakan rapat pleno. “Dari 8 laporan dari mulai masa tenang ini, 4 sedang dalam proses, 2 masuk registrer dan 2 tidak,” ucap Yasti.

Ia memaparkan, persidangan hari ini sudah dilakukan, sudah pendahuluan pembacaan laporan pelapor dan jawaban dari terlapor. Pihaknya belum bisa memastikan putusan dari hasil sidang karena masih berlanjut.

“Setelah sidang pendahuluan dengan agenda penyampaian laporan dari pelapor setelah itu sidang pemeriksaan. Berdasarkan bukti bukti dan saksi yang ada. Kami perlu mendalami kasus ini, dikaji karena sidang pemeriksaan masih berlanjut. Ada 10 terlapor yang tengah diperiksa, 5 orang dari PPK Cibeureum dan 5 orang dari PPK Baros,” jelasnya.

Yasti Yuatia menegaskan, ketika ada dugaan pelanggaran Pemilu sesuai dengan undang undang nomor 7 tahun 2017 dan sesuai per Bawaslu 7 tahun 2022. Jadi tugas Bawaslu adalah menerima, memeriksa, mengkaji, dan memutus dugaan pelanggaran pemilu.

“Jadi jika ada dugaan pelanggaran Pemilu maka laporkan ke Bawaslu, maka akan kami periksa akan kami kaji dan kami putus jika administratif, apabila pidana dilanjutkan ke Sentra Gakkumdu,” paparnya.

Informasi yang diperoleh, dari 8 laporan yang masuk ke Bawaslu. Di antaranya tim Caleg Dapil 2 dari PDI Perjuangan, lalu Caleg dari Partai Gerindra Dapil 2 melalui kuasa hukum, lalu dari LSM 1. (ris/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *